Ringankan Beban, Undip Bebaskan UKT Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera
Sebagai perguruan tinggi yang menjunjung nilai kemanusiaan, Undip merasa berkewajiban hadir dan bergerak cepat bukan sekadar menunjukkan empati, tetapi terlibat sebagai bagian dari solusi.
“Undip akan terus hadir, sedikit demi sedikit, namun konsisten dan profesional. Ini panggilan kemanusiaan, dan kami akan menjalaninya sepenuh hati,” ujarnya.
Gerak Cepat Undip
Sejak hari pertama pascabencana, Undip telah mengerahkan Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART) ke sejumlah wilayah terdampak.
Dua gelombang relawan telah diberangkatkan ke Sumatera Barat, melibatkan tenaga kesehatan, paramedis, pendamping psikososial, serta bantuan logistik yang meliputi obat-obatan, selimut, peralatan kesehatan, dan dukungan air bersih.
Bantuan ini dilaksanakan secara bertahap dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan setempat. Kolaborasi juga dilakukan bersama Ikatan Alumni Kedokteran Undip (IKA Medica) dan jejaring alumni di berbagai daerah, termasuk Aceh dan Sumatera Utara, guna memperkuat layanan medis darurat dan pendampingan korban di lapangan.
Fokus utama diarahkan pada klaster kesehatan, layanan medis pascabencana, pendampingan trauma bagi kelompok rentan, serta pemenuhan gizi di titik-titik pengungsian.
Melalui pengiriman relawan, teknologi tepat guna, bantuan bagi mahasiswa, serta penggalangan dana yang dikoordinasikan bersama D-DART dan BEM, Undip menegaskan posisinya sebagai kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga hadir, peduli, dan berdampak bagi masyarakat.
Editor : Ahmad Antoni