Viral! Pemain Perseta Kena Tendangan Kungfu hingga Terkapar, Begini Kronologinya
BANGKALAN, iNewsSemarang.id – Viral di media sosial video yang memperlihatkan seorang pemain Perseta Tulungagung terkapar usai kena tendangan kunfu dari pemain Putra Jaya Pasuruan.
Momen mengerikan itu terjadi pada laga lanjutan babak 32 besar Liga 4 Zona Jawa Timur di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1/2026).
Insiden bermula saat terjadi perebutan bola sengit di lini tengah antara klub Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta Tulungagung. Pemain Putra Jaya Pasuruan yang tersulut emosi tiba-tiba melakukan terjangan kaki yang telak mengenai dada pemain Perseta.
Hantaman keras tersebut membuat pemain Perseta Tulungagung langsung terkapar di tengah lapangan dan mengerang kesakitan. Wasit yang memimpin pertandingan bertindak tegas dengan langsung mengeluarkan kartu merah bagi pelaku pelanggaran brutal tersebut.
Kericuhan Nyaris Pecah
Kericuhan sempat nyaris pecah saat para pemain Perseta dan ofisial kedua klub terlibat adu mulut. Beruntung, situasi dapat diredam sebelum berkembang menjadi tawuran massal.
Korban yang mengalami memar dan lebam di bagian dada segera mendapatkan perawatan dari tim medis sebelum ditandu ke pinggir lapangan.
Diduga, aksi brutal ini dipicu oleh rasa frustrasi pemain Putra Jaya karena timnya sudah tertinggal empat gol tanpa balas saat itu. Pertandingan sendiri berakhir dengan skor mencolok 7-2 untuk kemenangan Perseta Tulungagung.
Kondisi serupa juga terlihat pada pertandingan kedua di stadion yang sama antara Perseba Bangkalan melawan Baruna Nusantara Banyuwangi.
Meski tidak ada tendangan kungfu, laga ini diwarnai banyak benturan fisik dan gesekan keras antar-pemain karena tensi tinggi demi meraih kemenangan.
Menanggapi fenomena kekerasan di Liga 4, Presiden Klub Baruna Nusantara Banyuwangi, Haryono, mengecam keras tindakan pemain yang bertujuan mencederai lawan.
“Saya selalu mewanti-wanti untuk fair play sepanjang waktu. Saya tidak suka kekerasan karena saya senang bola dengan permainan cantik dan strategi. Intinya tidak ada kekerasan, dan saya sudah sampaikan hal itu kepada head coach," kata Haryono.
Editor : Ahmad Antoni