get app
inews
Aa Text
Read Next : Polda Jateng Bebaskan Puluhan Orang yang Ditangkap saat Demo Anarkis, Kebanyakan Pelajar

Kisah di Balik Duka dan Solidaritas Grab Dampingi Mitra yang Jadi Korban Kericuhan Demo

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 21:35 WIB
header img
Manajemen Grab Indonesia menjenguk mitra Grab yang jadi korban kericuhan demo. Foto: Istimewa

JAKARTA, iNewsSemarang.id - Jakarta diguncang demo anarkis sejak 28 Agustus hingga hari ini yang merenggut korban jiwa dan melukai banyak pihak. Di tengah tragedi, tiga pengemudi Grab menjadi korban. 

Kisah duka mereka bukan sekadar angka statistik, melainkan cerita tentang luka, kehilangan, dan solidaritas nyata yang hadir tepat di saat paling dibutuhkan.

Mereka adalah ujung tombak ekonomi digital yang menghidupi denyut nadi ibu kota. Ribuan pengemudi ojek online (ojol) melintasi jalanan dengan jaket khasnya, mengantarkan pesanan dan penumpang. 

Namun, di balik kemandirian mereka, tersimpan kerentanan yang nyata. Risiko itu menjadi kenyataan pahit dalam kerusuhan akhir Agustus, dimana tiga mitra Grab menjadi korban: dua luka-luka serius dan satu meninggal dunia.

Peristiwa ini menjadi ujian nyata bagi komitmen perusahaan terhadap mitra-mitranya. Dan dalam ujian itu, respons Grab hadir bukan hanya sebagai prosedur corporat, melainkan sebagai bentuk pendampingan yang manusiawi dan konkret.

Korban pertama, Aji Pratama, tertembak peluru karet saat berhenti kerja pada Jumat sore,29 Agustus. Aji Pratama baru saja menyelesaikan pengantaran pesanan GrabFood. 

Saat hendak menemui rekannya di sekitar lokasi demo, nasib nahas menimpanya. Sebuah peluru karet menghantam wajahnya, menyebabkan luka serius di bagian hidung. Ia pun dilarikan ke RSUD Tarakan.

Respons Grab berlangsung cepat. Hanya dalam hitungan jam, perwakilan perusahaan sudah berada di rumah sakit. Mereka memastikan Aji mendapat penanganan terbaik: operasi hidung segera dijadwalkan, seluruh biaya perawatan dan administrasi rumah sakit ditanggung penuh. 

Tim Grab juga rutin mendampingi keluarga setiap hari, meringankan beban di tengah situasi yang mencemaskan.

Korban kedua, Moh Umar Amarudin, terinjak-injak dalam dorongan massa sehari sebelumnya pada Kamis malam 28 Agustus, Moh Umar Amaruddin tengah menunggu rekannya di Jakarta Barat. 

Tiba-tiba, situasi ricuh terjadi. Dorongan massa yang panik membuatnya terjatuh dan terinjak-injak, mengakibatkan patah tulang rusuk yang mengharuskannya dioperasi di RS Pelni.

Tim Grab kembali hadir di rumah sakit hingga dini hari. Bantuan mereka tidak setengah-setengah, membenahi administrasi, memastikan kelancaran perawatan, hingga mengganti ponsel Umar yang hilang saat kejadian agar ia bisa kembali bekerja nanti. Bantuan finansial juga diberikan untuk menopang kebutuhan keluarga yang berjaga.

Korban ketiga, Affan Kurniawan, meninggal dunia dalam tragedi beruntun. Kisah paling memilukan datang dari almarhum Affan Kurniawan. Malam 28 Agustus, ia menjadi korban tabrakan kendaraan taktis (rantis). 

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut