get app
inews
Aa Text
Read Next : Sosialisasi Program MBG di Grobogan, Tekankan Pentingnya Pola Makan Hidup Sehat Sejak Dini

Geger Dapur MBG Berdampingan dengan Kandang Babi di Sragen, Jenderal Bintang Satu Turun Tangan

Kamis, 08 Januari 2026 | 17:18 WIB
header img
Bangunan dapur MBG atau SPPG di Desa Banaran, Sambungmacan, Sragen, yang berdiri berdampingan dengan kandang babi milik warga memicu polemik Foto: iNews

SRAGEN, iNewsSemarang.id – Pembangunan dapur MBG atau SPPG di Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen menggegerkan warga sekitar hingga menuai polemik.

Keberadaan dapur MBG yang berdampingan dengan kandang babi milik warga yang telah beroperasi puluhan tahun itu kini menjadi sorotan publik

Diketahui, kandang babi tersebut milik Angga Wiyana Mahardika (44), warga Kedungbanteng RT 41. Usaha peternakan yang kini memelihara sekitar 100 ekor babi itu sudah berdiri sekitar 50 tahun dan merupakan warisan keluarga.

“Usaha ini sudah ada sebelum saya lahir. Ini peninggalan bapak saya, sudah sekitar 50 tahun. Selama ini tidak ada masalah dengan warga,” tukas Angga pada Senin (5/1/2026).

Angga mengaku kecewa lantaran pembangunan dapur MBG dilakukan tanpa komunikasi atau kulon nuwun kepada dirinya sebagai tetangga langsung maupun kepada warga sekitar. Ia bahkan baru mengetahui adanya rencana penutupan kandangnya dari Ketua RT.

“Awalnya izin katanya untuk minimarket. Tahu-tahu berdiri dapur MBG. Tidak pernah ada komunikasi, tiba-tiba mau menutup usaha saya. Kalau ada masalah, ayo dibicarakan baik-baik,” tegasnya.

Ironisnya, Angga menyatakan meski kandangnya dipermasalahkan, limbah pembuangan dari dapur MBG justru dialirkan ke lahan miliknya di bagian belakang bangunan. Hal ini semakin memperkeruh hubungan sosial di lingkungan tersebut.

Dia juga menegaskan bahwa usaha peternakannya memiliki izin lengkap dan didukung secara tertulis oleh sejumlah Kepala Keluarga (KK) di lingkungan sekitar. 

Hasil musyawarah warga pun menyatakan mayoritas tidak keberatan dengan keberadaan kandang babi karena kebersihan dan pengelolaan limbah selama ini terjaga.

BGN Sidak Terjunkan Tim Investigasi
Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan inspeksi mendadak (sidak) dengan menerjunkan tim investigasi untuk memantau langsung kondisi di lapangan pada Rabu (7/1) sore.
Tim investigasi dipimpin langsung oleh Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro.

Kehadiran pejabat pusat jenderal bintang satu ini menegaskan keseriusan BGN dalam menyikapi dampak sosial, teknis, dan higienitas yang timbul akibat pembangunan dapur MBG yang bersebelahan dengan peternakan babi milik warga.

Brigjen Dony bersama tim langsung meninjau kandang babi milik Angga Wiyana Mahardika. Namun, proses pemeriksaan berlangsung tertutup. 

Awak media tidak diperkenankan masuk ke area kandang. Usai melakukan peninjauan, tim kemudian bergeser ke gedung SPPG Banaran untuk memeriksa kondisi fisik dapur MBG yang telah selesai dibangun.

Meski telah melakukan pengecekan langsung di lapangan, Brigjen Dony belum bersedia mengungkapkan hasil investigasi. Ia juga enggan memastikan apakah dapur MBG tersebut akan tetap dioperasikan, direlokasi, atau dihentikan sementara, di tengah mencuatnya persoalan higienitas serta tuntutan ganti rugi bernilai miliaran rupiah dari pihak yang terdampak.


 

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut