Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Detik-Detik Purbaya Dicopot Prabowo, Sempat Rapat di DPD hingga Buru-Buru Keluar Gedung
Advertisement . Scroll to see content

Heboh Menkeu Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di China, Begini Faktanya

Jum'at, 16 Januari 2026 | 07:33 WIB
  • author Anggie Ariesta
Heboh Menkeu Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di China, Begini Faktanya
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Dok MPI

JAKARTA, iNewsSemarang.id – Beredar isu yang mengeklaim Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa telah menemukan data rekening milik mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) senilai ribuan triliun rupiah di sebuah bank di China

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) langsung membantahnya. Kemenkeu menyatakan informasi tersebut sepenuhnya merupakan berita bohong.

Melalui pernyataan resmi di akun media sosial PPID Kemenkeu, pihak kementerian memberikan klarifikasi tegas untuk meredam kegaduhan di tengah masyarakat.

"Berita yang menyatakan bahwa Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menemukan data uang Jokowi ribuan triliun di bank Cina adalah tidak benar atau Hoaks," tegas Kemenkeu dikutip Kamis (15/1/2026)

Kemenkeu mengimbau publik agar tidak mudah percaya dan lebih teliti dalam memverifikasi setiap informasi yang beredar, terutama yang mencatut nama pejabat negara demi tujuan yang tidak bertanggung jawab.

"Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Purbaya," ujarnya.

Klarifikasi ini muncul setelah beredarnya sebuah video di TikTok dengan narasi provokatif: "Purbaya temukan data uang Jokowi ribuan triliun disimpan di bank China karena maksa 3 periode ternyata ini jawabannya," katanya.

Video tersebut diketahui hanya berisi suntingan foto-foto Menteri Purbaya Yudhi Sadewa, foto Joko Widodo bersama Iriana, serta Gibran Rakabuming Raka.

Selain itu, video tersebut menggunakan latar belakang foto tumpukan uang yang merupakan dokumentasi barang bukti dari kasus yang ditangani KPK, yang sama sekali tidak relevan dengan narasi yang dibangun
 

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut