Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Tembus Jakarta, Warga Diimbau Pakai Masker
Advertisement . Scroll to see content

Cuaca Panas di Jateng Diprediksi hingga Oktober, BMKG: Cegah Dehidrasi dan Hindari Pembakaran

Rabu, 23 September 2026 | 07:02 WIB
  • author Ahmad Antoni
Cuaca Panas di Jateng Diprediksi hingga Oktober, BMKG: Cegah Dehidrasi dan Hindari Pembakaran
BMKG Kelas II Jenderal Ahmad Yani Semarang menunjukkan wilayah terdampak cuaca panas. (foto: istimewa)

SEMARANG, iNewsSemarang.id - Cuaca panas masih akan dirasakan warga Jawa Tengah (Jateng) dalam beberapa waktu ke depan. BMKG memperkirakan kondisi tersebut masih berlangsung hingga Oktober, sebelum hujan berpotensi mulai turun pada November.

Ketua Tim Manajemen dan Operasional BMKG Kelas II Jenderal Ahmad Yani Semarang, Giarto menjelask, cuaca panas terjadi karena curah hujan yang masih rendah, serta posisi matahari yang saat ini melintasi wilayah Jawa. Kondisi tersebut membuat udara lebih kering dan panas, terutama pada September hingga Oktober.

“Dengan adanya kekeringan tadi, dan memasuki pola sirkulasi pergerakan gerak semu matahari yang saat ini pergerakannya dari ekuator menuju ke belahan bumi selatan sehingga melewati kita, radiasi yang kita terima juga meningkat, sehingga temperatur pada bulan September-Oktober ini akan meningkat,” jelas Giarto, Selasa (22/9/2026)

Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan pengaruh El Nino dengan indeks sangat kuat, yang menyebabkan berkurangnya curah hujan di Jawa Tengah. Berdasarkan catatan normal selama 30 tahun di BMKG Stasiun Meteorologi Jenderal Ahmad Yani, suhu tertinggi dalam satu tahun secara historis terjadi pada Oktober.

Suhu tertinggi yang pernah terukur di stasiun tersebut mencapai 39,6 derajat Celsius pada 2015. Karena itu, Oktober secara normal memang menjadi salah satu periode dengan suhu tertinggi dalam setahun.

“Dalam histori catatan normal selama 30 tahun dari tahun 2000 hingga 2020 di BMKG Stasiun Meteorologi Jenderal Ahmad Yani ini menjelaskan, bahwa suhu tertinggi itu selama satu tahun jatuh pada bulan Oktober,” jelasnya.

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut