Cipta Kondisi Jelang Lebaran, Polda Jateng Gelar Operasi Keselamatan Candi 2026 Selama 14 Hari
SEMARANG, iNewsSemarang.id - Polda Jawa Tengah menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) yang diikuti oleh para Kabag Ops, Kasat Lantas, Kasat Intel, dan Kasi Humas dari 35 Polres jajaran.
Kegiatan sebagai bentuk kesiapan menjelang pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026 ini digelar di Gedung Borobudur Mapolda Jateng.
Latpraops dibuka oleh Wakapolda Jateng Brigjen Pol Latif Usman yang dihadiri Karo Ops Kombes Pol Basyaradyananda, Dirlantas Kombes Pol Pratama Adhyasastra, Kabid Humas Kombes Pol Artanto, serta sejumlah PJU Polda Jateng.
Dalam arahannya, Wakapolda Jateng menyebutkan, mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026, Polda Jawa Tengah beserta jajaran dan instansi terkait akan melaksanakan operasi kewilayahan dengan sandi Operasi Keselamatan Candi 2026.
“Operasi ini akan digelar selama 14 hari dengan mengedepankan kegiatan preemtif, preventif dan penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi mengakibatkan laka lantas,” kata Wakapolda, Kamis (29/1).
Dia menyebut bahwa Operasi Keselamatan Candi 2026 merupakan tahapan penting dalam rangka mempersiapkan Operasi Ketupat Candi 2026, yang akan dilaksanakan pada bulan Maret mendatang untuk mengamankan arus mudik, arus balik, serta aktivitas masyarakat selama perayaan Idul Fitri.
“Operasi ini digelar guna meningkatkan disiplin masyarakat berlalu lintas, menurunkan jumlah korban fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas, dan menekan angka pelanggaran lalu lintas serta sebagai upaya cipta kondisi kamseltibcar lantas menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H tahun 2026,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan operasi ini bukan sekedar rutinitas, tetapi juga sebagai momentum untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri khususnya di bidang lalu lintas.
Oleh karena itu, dia berpesan kepada seluruh personil agar selama kegiatan operasi untuk bekerja dengan hati dan mengedepankan profesionalisme serta pendekatan humanis.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menekankan kepada seluruh jajaran agar mampu memetakan secara tepat titik rawan kecelakaan dan blank spot, melengkapi dengan rambu serta peringatan lalu lintas, serta terus memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Selain itu, pihaknya juga meminta seluruh jajaran untuk memberikan perhatian terhadap kesiapan jalur mudik dan balik seperti jalur tol maupun jalur arteri, serta menyediakan pelayanan dan fasilitas pendukung untuk menunjang keamanan dan kenyamanan masyarakat saat melewati jalur tersebut.
“Sebagai contoh, tahun lalu di Brebes kita berikan pelayanan valet ride kepada para pemudik yang menggunakan sepeda motor, mulai saat ini disiapkan dengan baik dan disosialisasikan kepada masyarakat,” tegasnya.
Editor : Ahmad Antoni