Potret Miris Dunia Pendidikan Indonesia, Siswa SD Bunuh Diri Diduga Depresi Tak Mampu Beli Buku
Informasi diperoleh, kejadian siswa SD gantung diri di Ngada ini pertama kali diketahui warga sekitar yang kemudian melaporkannya kepada polisi.
Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP), anggota Polres Ngada menemukan sepucuk surat tulisan tangan yang diduga ditulis korban sebelum meninggal dunia. Surat tersebut ditemukan di sekitar lokasi kejadian.
Surat itu ditujukan kepada sang ibu dan ditulis menggunakan bahasa daerah Ngada. Di bagian akhir surat, korban juga menggambar simbol wajah menangis.
Isi surat tersebut antara lain menyebutkan permintaan agar sang ibu tidak menangis dan merelakan kepergiannya. Surat itu memperkuat dugaan bahwa korban mengakhiri hidupnya dengan sadar.
Kasi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus E Pissort, membenarkan adanya temuan surat tersebut. Dia mengatakan tulisan dalam surat memiliki kemiripan dengan tulisan korban di buku sekolahnya.
“Berdasarkan hasil pencocokan dengan beberapa buku tulis korban, penyidik menemukan adanya kecocokan tulisan,” ujar Benediktus dikutip dari iNews TTU, Selasa (3/2/2026).
Berdasarkan keterangan keluarga, sebelum peristiwa siswa SD gantung diri di Ngada ini terjadi, korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku dan pena. Permintaan itu tidak dikabulkan karena sang ibu tidak memiliki uang.
Disclaimer: Informasi ini tidak dimaksudkan untuk mendorong tindakan serupa. Jika Anda mengalami pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional, psikolog atau psikiater.
Editor : Ahmad Antoni