Muh Haris Sebut Program MBG Punya Banyak Manfaat dan Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Lokal
KENDAL, iNewsSemarang.id - Anggota Komisi IX DPR RI, Muh Haris menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) mempunyai banyak manfaat bagi masyarakat.
Tidak hanya asupan gizi yang terpenuhi kepada empat kelompok penerima manfaat, lanjut dia, MBG juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.
Hal itu disampaikan Muh Haris saat sosialisasi program MBG di Gedung DPRD Kendal, yang diikuti ratusan warga dan tokoh masyarakat setempat. Sosialisasi juga dihadiri anggota DPRD Kabupaten Kendal, Dwi Margo Utomo, dan Kepala KPPG Semarang (perwakilan BGN), Hadi Riajaya.
Komisi IX DPR bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Program MBG berharap seluruh sasaran program, mulai dari anak-anak jenjang SD, SMP, SMA, santri pondok pesantren, hingga ibu hamil dan kelompok rentan lainnya, dapat memperoleh akses makanan bergizi secara gratis dari pemerintah.
“Melalui Program MBG ini, kami berharap anak-anak, santri, dan ibu hamil benar-benar mendapatkan makanan bergizi dari pemerintah, sekaligus ekonomi daerah ikut bergerak karena bahan pangan disuplai oleh masyarakat sekitar dan dapur-dapur program dapat menyerap tenaga kerja lokal,” kata Muh Haris dalam keterangan Senin (9/2).
Program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang generasi penerus bangsa, tetapi juga diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi di daerah dengan melibatkan pelaku usaha lokal, seperti petani sayur, peternak telur dan ayam, serta nelayan ikan, yang hasil produksinya dapat disalurkan ke dapur-dapur penyedia makanan bergizi.
Selain itu, keberadaan dapur program juga membuka peluang penyerapan tenaga kerja lokal, sehingga ekonomi masyarakat dapat bergerak, berputar, dan tumbuh secara berkelanjutan seiring dengan keberhasilan pelaksanaan program tersebut.
Seperti diketahui, program MBG dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai kewajiban negara hadir melayani masyarakat salah satunya dengan memberikan penguatan gizi ke masyarakat.
Kebijakan ini sejalan dengan visi Presiden untuk menjadi langkah awal dalam melahirkan generasi emas di tahun 2045 atau generasi yang mampu membawa Indonesia melangkah lebih maju.
Editor : Ahmad Antoni