DPR Sebut Pedoman Gizi Seimbang Jadi Acuan Gantikan Konsep Empat Sehat Lima Sempurna
“Keberhasilan program ini membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat dan orang tua. Dengan partisipasi aktif, pengawasan bersama, serta pemanfaatan pangan lokal, Program MBG diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing di masa depan,” tegasnya.
Dalam sosialisasi tersebut juga dijelaskan mengenai pedoman gizi seimbang yang kini menjadi acuan utama, menggantikan konsep lama empat sehat lima sempurna.
Muh Haris menguraikan pentingnya konsumsi aneka ragam pangan sesuai prinsip “Isi Piringku”, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalam proses pengolahan makanan, aktivitas fisik yang cukup, serta pemantauan berat badan secara berkala melalui posyandu maupun unit kesehatan sekolah.
Implementasi program MBG merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin hak dasar masyarakat atas pangan yang berkualitas. Karena itu, pendekatan kolaboratif menjadi kunci agar program tidak hanya bersifat seremonial, melainkan benar-benar memberikan dampak berkelanjutan.
“Ini adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat sipil sangat dibutuhkan untuk mengawal efektivitas program ini,” ujarnya.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Semarang semakin memahami urgensi gizi seimbang dan turut berperan aktif dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari investasi masa depan bangsa.
Editor : Ahmad Antoni