Selat Hormuz Ditutup, Stok BBM Indonesia Hanya Mampu sampai 25 Hari
JAKARTA, iNewsSemarang.id - Gudang penyimpanan energi nasional hanya mampu sampai 25 hari. Mirisnya, jumlah ini masih di bawah standar internasional yang merekomendasikan untuk 3 bulan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan minimnya ketahanan energi nasional ini dikarenakan kapasitas penyimpanan atau storage di dalam negeri hanya mampu menyimpan energi, dalam hal ini minyak dan LPG, maksimal untuk 25 hari saja.
Sehingga, meskipun Pemerintah belanja energi untuk kebutuhan selama 3 bulan, sudah barang tentu tidak ada tempat untuk menyimpan.
"Kalau kita impor sebanyak itu (untuk ketahanan lebih dari 25 hari), mau di taruh di mana? Itu kira-kira problem kita. Kita tidak usah menyalahkan siapa-siapa, memang faktanya begitu negara kita, dan kita harus perbaiki," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, dikutip Kamis (5/3/2026).
Bahlil mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan untuk membangun kapasitas penyimpanan energi untuk ketahanan sampai dengan 3 bulan.
Hal ini melihat dinamika eskalasi geopolitik yang tengah memanas belakangan pasca luncuran serangan AS ke Iran. Bahkan konflik tersebut sampai pada penutupan selat Hormuz, yang menjadi jalur perdagangan energi global.
Editor : Ahmad Antoni