get app
inews
Aa Text
Read Next : Tanah Terlantar Disita Negara, Berikut Aturan Lengkapnya

Selat Hormuz Ditutup, Stok BBM Indonesia Hanya Mampu sampai 25 Hari

Kamis, 05 Maret 2026 | 13:18 WIB
header img
Penutupan Selat Hormuz berdampak pada stok BBM di Indonesia. (Foto: AP)

JAKARTA, iNewsSemarang.id - Gudang penyimpanan energi nasional hanya mampu sampai 25 hari. Mirisnya, jumlah ini masih di bawah standar internasional yang merekomendasikan untuk 3 bulan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan minimnya ketahanan energi nasional ini dikarenakan kapasitas penyimpanan atau storage di dalam negeri hanya mampu menyimpan energi, dalam hal ini minyak dan LPG, maksimal untuk 25 hari saja. 

Sehingga, meskipun Pemerintah belanja energi untuk kebutuhan selama 3 bulan, sudah barang tentu tidak ada tempat untuk menyimpan.

"Kalau kita impor sebanyak itu (untuk ketahanan lebih dari 25 hari), mau di taruh di mana? Itu kira-kira problem kita. Kita tidak usah menyalahkan siapa-siapa, memang faktanya begitu negara kita, dan kita harus perbaiki," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, dikutip Kamis (5/3/2026).

Bahlil mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan untuk membangun kapasitas penyimpanan energi untuk ketahanan sampai dengan 3 bulan. 

Hal ini melihat dinamika eskalasi geopolitik yang tengah memanas belakangan pasca luncuran serangan AS ke Iran. Bahkan konflik tersebut sampai pada penutupan selat Hormuz, yang menjadi jalur perdagangan energi global.

"Memang sejak dahulu, sudah sejak lama. Bahwa kemampuan storage kita, daya tampung BBM kita tidak lebih dari 21-25 hari. Sekarang ini di bawah arahan Presiden Prabowo, memerintahkan kepada kami untuk segera membangun storage agar ketahanan energi kita ada," kata Bahlil di Istana Negara (4/3/2026).

"Storage berapa lama, insyaallah rencananya sampai dengan 3 bulan. Ini lah standar minimum konsensus global," tambahnya.

Pembangunan storage penyimpanan minyak rencananya akan mulai masuk tahap konstruksi pada tahun 2026 ini.

Lokasi yang tengah dibidik yaitu di Sumatera. Saat ini proyek tersebut masih dalam tahap kajian kelayakan sebelum masuk tahap konstruksi.
 

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut