get app
inews
Aa Text
Read Next : Satu Dekade IKHROM: Hadiah Umrah Warnai Kemeriahan Pertemuan Tahunan Ke-10 di Semarang

Rumah Sakit Elite di Semarang Ini Kenalkan 3 Inovasi Pelayanan Kesehatan, Ada Ronee hingga ODS

Selasa, 31 Maret 2026 | 19:36 WIB
header img
SMC RS Telogorejo Semarang meluncurkan teknologi terbaru RONEE (Robotic Knee System). (foto: iNewsSemarang.id)

SEMARANG, iNewsSemarang.idSMC RS Telogorejo Semarang kembali menghadirkan langkah inovatif dalam dunia pelayanan kesehatan dengan meluncurkan tiga inovasi besar.

Ketiga inovasi itu yakni teknologi terbaru RONEE (Robotic Knee System) untuk tindakan Total Knee Replacement (TKR), pengembangan layanan Wound Management Center (WMC) dan One Day Surgery (ODS).

“Inovasi ini menjadi bagian dari komitmen SMC RS Telogorejo dalam memperkuat posisinya sebagai rumah sakit pilihan utama di Jawa Tengah,” kata Direktur Utama SMC RS Telogorejo, dr Alice Sutedjo Lisa MKM di Semarang, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang cepat, aman, dan presisi, RS Telogorejo menghadirkan pendekatan terintegrasi antara teknologi modern dan pelayanan medis berbasis patient centered care. 

Salah satu terobosan terbarunya adalah RONEE, sebuah sistem operasi lutut berbasis robotik yang dirancang untuk memberikan hasil yang lebih akurat dan terukur.

Alice menjelaskan, RONEE dirancang untuk membantu dokter dalam melakukan tindakan TKR secara lebih akurat dan terukur. 

“Teknologi ini memanfaatkan perencanaan operasi berbasis CT Scan, sehingga setiap tahapan tindakan dapat dipersiapkan secara detail sebelum operasi dilakukan,” jelasnya.

Dengan dukungan sistem robotik, dokter dapat menentukan titik potong tulang dan penempatan implan secara lebih presisi, sehingga prosedur TKR menjadi lebih optimal dibandingkan pendekatan konvensional. 

Tindakan Total Knee Replacement (TKR) sendiri ditujukan bagi pasien yang mengalami gangguan berat pada sendi lutut, seperti osteoarthritis berat, nyeri lutut kronis, keterbatasan berjalan, terutama ketika terapi konservatif seperti obat-obatan dan fisioterapi tidak lagi memberikan hasil yang memadai. 

Dalam kondisi tersebut, TKR menjadi salah satu solusi medis untuk membantu pasien kembali bergerak lebih nyaman dan meningkatkan kualitas hidupnya. 

Dari sisi persiapan, pasien akan menjalani evaluasi menyeluruh, baik kondisi fisik maupun medis, termasuk pemeriksaan jantung, paru, serta optimalisasi kondisi seperti tekanan darah dan gula darah. Pasien juga akan mendapatkan edukasi serta latihan penguatan otot sebelum operasi sebagai bagian dari persiapan yang komprehensif.

Pasca tindakan, proses pemulihan dirancang secara sistematis. Pasien bahkan dapat mulai mobilisasi sejak hari pertama, dilanjutkan dengan latihan berjalan dalam beberapa hari berikutnya. 

Dalam waktu beberapa minggu, fungsi berjalan akan kembali secara bertahap, dan dalam beberapa bulan pasien dapat kembali menjalani aktivitas normal dengan kualitas hidup yang lebih baik.

Keunggulan layanan RONEE ini semakin diperkuat dengan keberadaan WMC dan ODS yang telah lama menjadi bagian dari layanan unggulan SMC RS Telogorejo. 

“WMC hadir sebagai pusat perawatan luka modern yang didukung tenaga medis tersertifikasi serta teknologi terkini untuk mempercepat proses penyembuhan luka, termasuk luka pasca operasi,” ujar Alice. 

Sementara itu, ODS memungkinkan pasien menjalani berbagai tindakan operasi tanpa perlu rawat inap, berkat dukungan teknik bedah minimal invasif dan anestesi modern yang memungkinkan pasien pulih lebih cepat dan nyaman. 

Melalui integrasi antara teknologi robotik, layanan bedah modern, dan perawatan pasca tindakan yang optimal, SMC RS Telogorejo menghadirkan standar baru dalam pelayanan kesehatan. 

Tidak hanya berfokus pada keberhasilan tindakan medis, tetapi juga pada kenyamanan, efisiensi, dan kualitas hidup pasien setelah perawatan.

“Dengan inovasi ini, SMC RS Telogorejo berkomitmen untuk terus berkembang dan menjadi rumah sakit rujukan utama di Jawa Tengah, yang mampu menghadirkan layanan kesehatan berkelas internasional bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Kesehatan Telogorejo, Ir Hendro Sutantyo menambahkan, layanan medis berbasis teknologi canggih ini  mengedepankan pendekatan pada pasien.

“Transformasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi layanan sekaligus akurasi diagnosis, dengan tetap menempatkan pasien sebagai fokus utama,” jelas Hendro.

Menurut dia, tiga inovasi layanan medis yang diresmikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan.

“WOC hadir sebagai pusat perawatan luka terpadu untuk menangani luka kronis maupun akut dengan teknik modern, guna mempercepat penyembuhan serta mencegah komplikasi serius,” ujar Hendro.

“Sedangkan fasilitas One Day Surgery memungkinkan pasien menjalani tindakan bedah dan pulang pada hari yang sama,” ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut