Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kisah Novia Lie dan Anak-Cucu Raih Medali di TNI RUN 2026, Jadi Teladan Lintas Generasi
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Zuhria Novianty, Dokter Spesialis Patologi yang Kreatif Merajut hingga Membuat Paper Bag

Selasa, 14 April 2026 | 15:07 WIB
  • author Ahmad Antoni
Kisah Zuhria Novianty, Dokter Spesialis Patologi yang Kreatif Merajut hingga Membuat Paper Bag
Aktivitas dr. Zuhria Novianty, Sp.P.K. (Foto: Istimewa).

SEMARANG, iNewsSemarang.id – Kisah inspiratif datang dari dr. Zuhria Novianty, Sp.P.K. Di tengah kesibukan profesinya sebagai dokter spesialis patologi klinik, dia tetap menyisakan ruang untuk menyalurkan kreativitas yang tumbuh sejak masa kecil. 

Bagi istri Letkol Inf Benu Supriyantoko yang tergabung dalam Persit Kartika Chandra Kirana Cabang I Sintelad PG Mabesad ini, merajut bukan sekadar hobi, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang terus berlanjut. 

Ketertarikan Zuhria terhadap dunia kerajinan tangan telah muncul sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. zuhrIa tumbuh dalam lingkungan keluarga yang gemar melakukan berbagai kegiatan keterampilan tangan.

Sejak kecil, Zuhria terbiasa mencoba berbagai aktivitas kreatif. Mulai dari membuat paper bag, menjahit, hingga belajar merajut menjadi bagian dari pengalaman masa kecilnya. 

Pada masa itu, referensi dan sumber pembelajaran masih sangat terbatas. Namun keterbatasan tersebut tidak menghalangi semangatnya untuk terus bereksperimen dan berkarya. 

Memasuki masa kuliah, minat terhadap dunia mode dan kreativitas sebenarnya sempat menjadi pertimbangan dalam menentukan masa depan. 

Namun pilihan tersebut tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari orang tua. Pada akhirnya, Zuhria memutuskan menempuh pendidikan di bidang kedokteran.

Profesi dokter yang dipilihnya menuntut dedikasi tinggi serta tanggung jawab besar dalam melayani masyarakat. 

Setelah menyelesaikan pendidikan, kehidupannya dipenuhi berbagai peran sekaligus sebagai dokter, istri, ibu, serta aktif dalam organisasi.

Rutinitas yang padat sempat membuat waktu untuk menyalurkan hobi menjadi sangat terbatas. Namun setelah menyelesaikan pendidikan spesialis, Zuhria kembali menemukan ruang untuk menekuni kegiatan merajut yang telah lama disukainya. 

“Merajut memberikan ketenangan tersendiri. Ada kepuasan ketika melihat benang sederhana perlahan berubah menjadi sebuah karya,” ungkapnya, Senin (13/4/2026).
 

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut