get app
inews
Aa Text
Read Next : BMKG Modifikasi Cuaca di Sumatera hingga Jawa Antisipasi Hujan Ekstrem

Hujan Diprediksi Masih Berlanjut hingga Akhir April 2026, Jateng Waspada!

Selasa, 14 April 2026 | 11:59 WIB
header img
Ilustrasi, hujan lebat. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNewsSemarang.id Hujan diprediksi masih berlanjut hingga akhir April 2026. Fenomena ini terjadi dipicu adanya penguatan Monsun Australia. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat dalam beberapa waktu terakhir, terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 9–12 April 2026. 

“Kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer, seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) di sejumlah wilayah, serta terpantau filter spasial dari fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) melintasi sebagian besar wilayah Sumatra,” tulis BMKG dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026).

BMKG melaporkan faktor pendukung lain seperti perlambatan kecepatan angin dan pemanasan permukaan yang cukup intens pada siang hari, turut memperkuat proses pembentukan awan konvektif yang berpotensi menyebabkan hujan.

“Di sisi lain, terdeteksi adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia selatan Lampung, Selat Karimata, dan Laut Arafuru yang mendorong terbentuknya zona pertemuan angin, konvergensi, dan konfluensi, sehingga meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan baik di sekitar pusat sirkulasi maupun di wilayah yang dipengaruhi pola angin tersebut,” jelasnya.

Kondisi Cuaca Sepekan ke Depan
Dalam sepekan ke depan, BMKG mengungkapkan bahwa kondisi cuaca di Indonesia masih dipengaruhi oleh dinamika atmosfer dalam skala global, regional, dan lokal. Pada skala global, fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada fase netral. 

Secara regional, pengaruh Monsun Australia tampak semakin kuat dan diperkirakan masih akan bertahan dalam beberapa hari ke depan.

“Penguatan ini mendorong masuknya massa udara yang relatif kering dari Australia ke Indonesia. Di sisi lain, pola angin zonal yang didominasi angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia menjadi salah satu tanda bahwa beberapa wilayah mulai berangsur memasuki masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau,” jelasnya.

Namun demikian, sejumlah dinamika atmosfer lainnya masih berperan dalam mendukung potensi hujan di beberapa wilayah Indonesia dalam sepekan kedepan. Secara spasial, MJO diprediksi melintasi sebagian wilayah Aceh, Sumatra Utara, Riau, dan Kepulauan Riau. 

Selain itu, Gelombang Kelvin diprediksi aktif di Pulau Sumatra bagian tengah hingga selatan, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Pulau Papua bagian utara hingga tengah.

Kemudian, Gelombang Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di pesisir selatan Jawa Barat, Kalimantan Timur, Pulau Sulawesi bagian utara hingga tengah, Maluku Utara, dan Papua Selatan. Aktivitas gelombang Mixed Rossby-Gravity (MRG) juga diprediksi aktif di Laut Banda dan Laut Arafura. 

Kondisi ini dapat memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut.

Pada skala lokal, kondisi labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif terdapat di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut