get app
inews
Aa Text
Read Next : Kiper Timnas Indonesia Emil Audero Resmi Gabung Rayo Vallecano, Siap Bersaing Jadi Starter

Viral Tendangan Kungfu Fadly Alberto di Stadion Citarum Semarang Berujung Dicoret dari Timnas

Senin, 20 April 2026 | 21:56 WIB
header img
Tendangan kungfu pemain Bhayangkara U-20 Fadly Alberto Henga saat melawan Dewa United U-20 dalam lagaElite Pro Academy di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026). (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNewsSemarang.id Viral di media sosial tendangan kungfu pemain Bhayangkara U-20 Fadly Alberto Henga saat melawan Dewa United U-20 dalam laga Elite Pro Academy (EPA) di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026).

Aksi tersebut berujung petaka bagi Fadly Alberto. Sang pemain resmi dicoret dari Timnas Indonesia U-20. Keputusan ini langsung mengakhiri posisinya sebagai pemain penting di skuad Garuda Nusantara.

Aksi keras yang dilakukan Henga menjadi sorotan dan menuai respons cepat dari pihak terkait. Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, mengonfirmasi pencoretan tersebut. 

Dia memastikan keputusan sudah diambil tanpa menunggu waktu lama setelah kejadian di lapangan. Pemain dan official kedua tim terlibat friksi di pinggir lapangan.

Namun dari arah lapangan, Fadly Alberto tiba-tiba melayangkan tendangan kungfu kepada salah satu pemain Dewa United U-20. Sontak pemain Dewa United U-20 terjatuh ke tanah.

"Sudah dicoret di timnas Alberto hengga. Dia pemain kunci timnas U-20," kata Sumardji dikutip dari Instagram @futboll.indonesia.

Pernyataan itu menegaskan status Alberto yang sebelumnya memiliki peran penting di dalam tim. Posisi dia sebagai pemain kunci kini berakhir akibat tindakan yang dinilai merugikan tim.

Insiden tendangan kungfu tersebut tidak hanya berdampak pada kariernya di Timnas, tetapi juga memicu perhatian luas terkait disiplin pemain muda. Tindakan di lapangan dinilai menjadi faktor utama dalam keputusan tegas tersebut.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan rinci terkait sanksi tambahan yang akan diberikan. Pihak BTN masih membuka kemungkinan adanya hukuman lanjutan di luar pencoretan dari tim nasional.

Sumardji menyebut keputusan lanjutan akan disampaikan kemudian. Proses evaluasi masih berjalan untuk menentukan langkah berikutnya terkait kasus tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat penting terkait kedisiplinan dan sikap profesional pemain, terutama di level usia muda. Setiap tindakan di lapangan memiliki konsekuensi langsung terhadap karier di level nasional.

Kronologi Insiden Tendangan Kungfu
Kasus ini berawal dari pertandingan antara Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United U-20 dalam kompetisi EPA U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4).

Dalam laga tersebut, Bhayangkara FC U-20 harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor 1-2. Gol kemenangan Dewa United dicetak oleh Abu Thalib dan Kelvin Ananda Hairulis, sementara tuan rumah membalas lewat Aqilah Lissunah.

Situasi pertandingan yang memanas diduga memicu kericuhan antar pemain. Dalam potongan video yang beredar luas di media sosial, terlihat seorang pemain Bhayangkara FC U-20 melakukan tendangan menyerupai “kungfu” ke arah pemain lawan.

Pemain yang mengenakan rompi pink dengan nomor punggung 7 itu kemudian ramai dikaitkan dengan Fadly Alberto oleh warganet.

Hingga saat ini, baik pemain yang bersangkutan, pihak klub, maupun penyelenggara kompetisi belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. 


 

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut