get app
inews
Aa Text
Read Next : Kakek 95 Tahun Tewas Terjebak Kobaran Api Kebakaran di Karangpanas Semarang

Hari Kartini, Wali Kota Semarang: Perempuan Harus Bisa Mandiri dan Miliki Akses Pasar yang Jelas

Rabu, 22 April 2026 | 05:06 WIB
header img
Peringatan Hari Kartini di kompleks Balai Kota Semarang. (foto: istimewa)

SEMARANG, iNewsSemarang.id - Peringatan Hari Kartini di Kota Semarang tahun 2026 berlangsung dalam suasana sederhana tapi sarat makna, Selasa, 21 April.

Pemerintah Kota Semarang menggelar apel dengan busana adat yang dilanjutkan talkshow, sebagai bentuk apresiasi sekaligus penguatan peran perempuan dalam pembangunan.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa perempuan di Kota Semarang memiliki kontribusi besar, terutama di sektor kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

“Walaupun peringatan tahun ini dilakukan secara sederhana, maknanya sangat dalam. Perempuan di Semarang itu hebat dan mandiri, terutama para penggerak di Posyandu yang berperan langsung menjaga kesehatan masyarakat,” ungkap Agustina.

Ia menyoroti peran kader Posyandu yang menjadi garda terdepan dalam memantau kesehatan ibu dan anak, termasuk pemenuhan gizi dan nutrisi. Menurutnya, kontribusi mereka sangat membantu pemerintah dalam memastikan program berjalan tepat sasaran.

“Mereka bukan pegawai pemerintah, tetapi relawan yang bekerja dengan penuh dedikasi. Hasilnya, kualitas kesehatan masyarakat terus meningkat,” ujarnya.

Menurutnya, peringatan Hari Kartini tahun ini memang tidak digelar secara besar-besaran karena pemerintah sedang menerapkan efisiensi anggaran. Namun hal tersebut tidak mengurangi semangat perempuan dalam berkontribusi.

“Kesederhanaan ini tidak mengurangi peran perempuan sebagai penggerak pembangunan. Justru menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi nyata,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot Semarang juga terus mengembangkan berbagai fasilitas ramah perempuan dan anak, mulai dari taman hingga ruang publik yang aman dan inklusif.

“Kami sedang menyiapkan berbagai fasilitas ramah perempuan dan anak. Prinsip utamanya adalah menciptakan kesetaraan dan rasa aman bagi semua,” jelas Agustina.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun budaya saling menghormati, termasuk dalam komunikasi sehari-hari. Menurutnya, candaan yang kurang tepat bisa berpotensi menjadi bentuk pelecehan jika tidak dijaga.

“Hal-hal kecil seperti cara berbicara harus diperhatikan. Kita ingin lingkungan yang saling menghargai, terutama bagi perempuan,” ujarnya.

Di sisi lain, pemberdayaan ekonomi perempuan juga menjadi fokus utama. Pemerintah Kota Semarang mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang sebagian besar dijalankan perempuan agar bisa naik kelas.

“Kami melihat banyak pelaku UMKM adalah perempuan. Mereka akan kami dorong agar lebih mandiri, berkembang, dan memiliki pasar yang berkelanjutan,” ujarnya.

Pemkot Semarang juga menggandeng berbagai pihak, mulai dari perbankan, hotel, hingga lembaga swadaya masyarakat untuk mendukung penguatan ekonomi tersebut.

“Tidak hanya bantuan sesaat, kami ingin menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan. Perempuan harus bisa mandiri dan memiliki akses pasar yang jelas,” katanya. 
 

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut