Peserta UTBK Undip Nekat Tanam Alat Bantu Dengar demi Tembus Kedokteran, Endingnya Dibawa ke RSND
Setelah diperiksa oleh tim medis, petugas memastikan benda tersebut adalah alat bantu dengar yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dengan pihak luar guna mendapatkan jawaban ujian.
Akibat perbuatannya, peserta yang mengincar kursi di Fakultas Kedokteran Undip ini langsung dinyatakan diskualifikasi secara otomatis.
Pihak Undip juga telah melaporkan temuan ini ke Panitia UTBK Pusat dan menyerahkan pelaku ke Polsek Tembalang untuk proses hukum lebih lanjut.
"Undip berkomitmen menjaga integritas seleksi dengan sangat ketat. Kami meminta peserta untuk percaya diri dengan kemampuan sendiri. Banyak kampus di Indonesia, tidak perlu menghalalkan segala cara," kata Nurul Hasfi.
Perketat Pengawasan
Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, Undip akan menambah personel penjaga dan pengawas di setiap titik ujian. Pemeriksaan menggunakan teknologi deteksi logam dan pengawasan fisik akan ditingkatkan berkali-kali lipat pada jadwal UTBK selanjutnya.
Pihak kampus juga mengingatkan para orang tua dan calon mahasiswa agar tidak tergiur dengan tawaran jasa joki yang menjanjikan kelulusan instan, karena risiko hukum dan sanksi blacklist menanti para pelaku kecurangan.
Editor : Ahmad Antoni