Teater Lingkar Hadirkan Sujiwo Tejo di Mahakarya Pakileran Multidimensi, Catat Jadwal dan Lokasinya
“Pengkarya akan bertindak sebagai sutradara dan dalang di dalam penyajian maka bisa disebut dengan istilah Sutradalang, karena selain mendalang juga menyutradarai penggarapan,” ujarnya.
Lakon yang diangkat berjudul “Rojo Tikus”, lakon yang menceritakan tentang oknum pimpinan pejabat tikus berdasi dari Negri Sahara bernama Tuan Wirog Bawono.
“Dulunya ia gemar memperkaya diri bersama kelompok partai Tikusnya dengan cara-cara yang kotor hingga menciptakan Orde Tikus, namun kini dirinya ingin bertaubat kembali ke jalan-Nya yang benar,” beber Ario.
“Niat itu selalu ditentang oleh istrinya yang culas bernama Queen Milly Cherry, dia selalu terbujuk rayuan maut lidah betina. Para jajaran petinggi dan bawahannya pun juga ikut menghasut Tuan Wirog ke arah yang salah,” imbuhnya.
Sosok mendiang Ibu Suri akan rawuh dalam mimpi Wirog Bawono untuk mengingatkan dan memberi dhawuh wejangan kehidupan pada anaknya, tapi leluhur tikus yaitu Kakek Jinada yang kejam juga akan hadir menentang keras hal-hal berbau kebajikan, Jinada mengkompori Wirog agar senantiasa tetap rakus haus fulus guna menjaga martabat tikus pengerat penyengsara rakyat.
Nantinya akan terjadi debat antar arwah dalam gejolak batin dan pikiran Wirog. Apakah Wirog Bawono Raja Tikus berdasi ini nantinya akan menjadi Raja Tikus berpeci.
Editor : Ahmad Antoni