get app
inews
Aa Text
Read Next : Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Terendah Sejak Krisis Moneter 1998

Bitcoin Menguat Dekati 79.500 Dolar AS, Momentum Positif di Tengah Dinamika Geopolitik

Jum'at, 24 April 2026 | 21:07 WIB
header img
Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat mendekati level 79.500 dolar AS pada Jumat (24/4), setelah sebelumnya sempat terkoreksi ke sekitar 74.000 dolar AS di awal pekan (20/4). (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNewsSemarang.id - Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat mendekati level 79.500 dolar AS pada Jumat (24/4/2026), setelah sebelumnya sempat terkoreksi ke sekitar 74.000 dolar AS di awal pekan (20/4). 

Penguatan ini didorong oleh arus masuk dana institusional yang tetap solid, tercermin dari akumulasi dana pada produk spot Bitcoin ETF sekitar 250,22 juta dolar AS sepanjang pekan dengan total akumulasi sebesar 57,95 miliar dolar AS. 

Tren ini mengindikasikan bahwa permintaan serta kepercayaan terhadap aset kripto masih terjaga di tengah dinamika pasar global.

Menariknya, kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Iran menolak melanjutkan negosiasi dengan AS, meskipun sebelumnya terdapat upaya perpanjangan gencatan senjata dari pihak AS. 

Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan Bitcoin tidak hanya dipengaruhi oleh sentimen risiko global, tetapi juga oleh kekuatan permintaan, khususnya dari investor institusional dalam jangka panjang.

Menanggapi kondisi tersebut, Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menilai bahwa penguatan Bitcoin saat ini mencerminkan perubahan struktur pasar yang semakin didorong oleh partisipasi investor institusional.

“Pergerakan Bitcoin saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh sentimen jangka pendek, tetapi juga oleh permintaan yang semakin konsisten dari investor institusional, yang terlihat dari arus masuk melalui produk spot ETF,” ujar Antony, Jumat (24/4/2026). 

Di tengah ketidakpastian global, kondisi ini justru dimanfaatkan oleh sebagian investor sebagai momentum akumulasi.  Hal ini menjadi salah satu faktor yang menopang harga, meskipun volatilitas jangka pendek tetap perlu diantisipasi,” ujarnya.

Selain faktor permintaan institusional, dinamika kebijakan moneter Amerika Serikat juga turut memengaruhi pergerakan pasar. Penegasan independensi bank sentral mencerminkan komitmen The Fed dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut