get app
inews
Aa Text
Read Next : Potret Miris Dunia Pendidikan Indonesia, Siswa SD Bunuh Diri Diduga Depresi Tak Mampu Beli Buku

Pertama di Indonesia, Jateng Inisiasi Insersi Kurikulum Perkoperasian Mulai Jenjang SD hingga SMA

Rabu, 06 Mei 2026 | 14:28 WIB
header img
Sekda Jateng Sumarno dalam acara FGD Finalisasi Insersi Kurikulum Pendidikan Perkoperasian di Balai Pelatihan Koperasi dan UKM Jateng, Kota Semarang, Selasa (5/4/2026). (foto: istimewa)

SEMARANGz, iNewsSemarang.id –Langkah progresif dilakukan Pemprov Jateng guna memberikan pendidikan koperasi kepada warganya. Salah satu upayanya dengan menginisiasi insersi kurikulum perkoperasian ke dalam jenjang pendidikan dasar (SD) hingga menengah (SMA). 

Langkah ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia. Hal ini sebagai upaya konkret membangkitkan kembali marwah ekonomi kerakyatan sejak dini.

"Ini bahkan mungkin baru yang pertama di Indonesia, mudah-mudahan hasilnya bisa bagus," kata Sekda Jateng Sumarno dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Finalisasi Insersi Kurikulum Pendidikan Perkoperasian di Balai Pelatihan Koperasi dan UKM Jateng, Kota Semarang, Selasa (5/4/2026).

Melalui kurikulum ini, harapannya memberikan pemahaman mengenai sistem dan esensi perkoperasian. 

"Koperasi ini sangat berbeda dengan konsep bisnis umum. Koperasi adalah penggabungan antara konsep bisnis dengan nilai sosial. Di sana ada kebersamaan, ada gotong royong, dan kedaulatan tertinggi ada di tangan anggota. Inilah yang harus kita pahamkan kembali kepada masyarakat kita," tegas Sumarno.

Dia mengatakan, inisiasi ini juga menjadi langkah strategis untuk mendukung program Presiden RI terkait Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Karenanya, pemerintah perlu melakukan internalisasi konsep ekonomi kerakyatan sejak masa sekolah.

"Kita ingin menginternalisasi pemahaman ini sejak dini, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Harapannya, koperasi masa depan dikelola oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang benar-benar memahami ruh koperasi, sehingga kemajuan bersama dan gotong royong benar-benar terbangun," jelasnya.

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut