Rezza Artha Pimpin MES Jateng, Usung Semangat Kolaborasi dan Kebangkitan Ekonomi Syariah Daerah
SEMARANG, iNewsSemarang.id - Harapan baru bagi penguatan ekonomi syariah di Jawa Tengah resmi dimulai. Dalam gelaran Musyawarah Wilayah (Muswil) V Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (9/5/2026), Rezza Arief Budy Artha resmi terpilih sebagai Ketua Umum MES Jawa Tengah periode 2026–2031.
Pemilihan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan melalui mekanisme tim formatur yang dipimpin Kukrit Suryo Wicaksono selaku perwakilan Pengurus Pusat MES bersama jajaran Ketua Umum Pengurus Daerah dan unsur Pengurus Wilayah. Melalui musyawarah mufakat, Rezza Artha dipercaya menjadi sosok yang akan membawa MES Jawa Tengah melangkah lebih progresif dalam lima tahun mendatang.
Terpilihnya tokoh asal Cilacap tersebut disambut optimisme besar oleh seluruh peserta Muswil. Rezza dinilai memiliki pengalaman panjang dan rekam jejak kuat dalam membangun gerakan ekonomi syariah, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Sosok yang dikenal aktif sejak masa awal berdirinya MES Jawa Tengah itu sebelumnya pernah memimpin MES DKI Jakarta periode 2017–2020 dan dipercaya menjadi Ketua Bidang di Pengurus Pusat MES periode 2021–2024. Di luar aktivitas organisasi, Rezza juga dikenal sebagai pengusaha di bidang keuangan syariah yang konsisten mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis syariah di Indonesia.
Muswil V MES Jateng kali ini juga menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang organisasi. MES Jawa Tengah tercatat telah melahirkan sejumlah tokoh penting ekonomi syariah nasional, di antaranya H. Hasan Toha Pura dan Dr. Nyata Nugraha yang masing-masing memimpin selama dua periode.
Atmosfer persatuan terlihat kuat sepanjang Muswil berlangsung. Kehadiran pengurus daerah aktif yang mencapai 100 persen menjadi bukti soliditas organisasi dalam menyongsong era baru kepemimpinan MES Jawa Tengah.
Selain menerima laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2022–2025, para peserta juga memberikan apresiasi atas dedikasi pengurus sebelumnya yang dinilai berhasil menjaga eksistensi serta memperluas peran MES di berbagai sektor masyarakat.
Dalam wawancara usai terpilih, Rezza Arief Budy Artha menegaskan komitmennya untuk membawa MES Jawa Tengah menjadi organisasi yang lebih aktif, inklusif, dan berdampak nyata hingga ke daerah-daerah.
“MES bukan hanya organisasi, tetapi rumah besar kolaborasi umat. Ke depan kami ingin memastikan ekonomi syariah hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sampai tingkat kabupaten dan kota,” ujar Rezza.
Ia menilai Jawa Tengah memiliki potensi luar biasa untuk menjadi salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah nasional, terutama dengan kekuatan UMKM, pesantren, industri halal, serta generasi muda kreatif yang terus berkembang.
“Jawa Tengah memiliki kekuatan besar. Ada UMKM yang tangguh, pesantren yang produktif, serta anak-anak muda yang inovatif. Tugas kita adalah menyatukan potensi itu dalam ekosistem ekonomi syariah yang modern dan berkelanjutan,” katanya.
Menurutnya, penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah, Bank Indonesia, OJK, dunia usaha, akademisi, hingga komunitas menjadi langkah strategis dalam memperluas manfaat ekonomi syariah.
“Kami ingin MES Jateng menjadi mitra strategis pemerintah dan seluruh stakeholder. Kolaborasi adalah kunci agar program pemberdayaan ekonomi syariah benar-benar bisa dirasakan masyarakat luas,” tambahnya.
Rezza juga menegaskan bahwa kepemimpinannya akan memberi perhatian besar terhadap penguatan ekonomi berbasis kerakyatan dan pemberdayaan generasi muda.
“Ekonomi syariah harus mampu membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan menghadirkan keadilan ekonomi. Anak muda harus dilibatkan karena mereka adalah motor masa depan ekonomi syariah Indonesia,” tegasnya.
Dengan kepemimpinan baru ini, MES Jawa Tengah diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya inovasi dan kolaborasi yang lebih luas, sekaligus memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.
Editor : Ahmad Antoni