get app
inews
Aa Text
Read Next : Waspada Kebakaran Hutan saat Kemarau, Polda Jateng Intensifkan Patroli di Wilayah Rawan Karhutla

Deretan Fenomena Langit yang Akan Muncul di Juni 2026, Srawberry Moon Paling Dinanti

Kamis, 04 Juni 2026 | 13:55 WIB
header img
Ilustrasi, fenomena Strawberry Moon siap menghiasi malam di akhir Juni 2026. (foto: Instagram @badutlangit)

JAKARTA, iNewsSemarang.id – Sejumlah fenomena langit siap menghiasi ruang malam pada periode Juni 2026. Para pencinta astronomi sangat menantikan munculnya pemandangan langit yang luar biasa, salah satunya kehadiran fase bulan purnama yakni Strawberry Moon.

Apalagi, sebagian besar fenomena langit ini bisa disaksikan langsung dengan mata telanjang jika kondisi cuaca cerah dan bebas dari polusi cahaya.

Berikut deretan peristiwa langit yang dapat diamati sepanjang Juni 2026, dirangkum dari sumber Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA):

1. Konjungsi Planet (Awal Juni)

Pada pekan pertama Juni, para pengamat langit dapat menyaksikan pemandangan konjungsi, yaitu peristiwa saat dua atau lebih benda langit terlihat berdekatan di kubah malam dari sudut pandang Bumi. 

Menurut data astronomi NASA, planet Mars dan Saturnus akan tampak berada dalam posisi yang sangat dekat dengan Bulan secara bergantian di ufuk timur sebelum matahari terbit. Fenomena ini menjadi momen terbaik bagi astrofotografer untuk mengabadikan formasi segaris (alignment) planet-planet tersebut.

2. Titik Balik Matahari Juni / Solstis (21 Juni)

Secara astronomis, BMKG mencatat bahwa titik balik matahari musim panas (Summer Solstice) untuk Belahan Bumi Utara atau Winter Solstice untuk Belahan Bumi Selatan akan terjadi pada tanggal 21 Juni. 

Bagi masyarakat yang tinggal di Belahan Bumi Utara, hari ini menandai siang terpanjang dalam setahun sekaligus awal musim panas secara astronomis. Sebaliknya, wilayah di Belahan Bumi Selatan akan mengalami malam yang paling panjang.

3. Strawberry Moon (Akhir Juni)

Puncak dari segala fenomena langit di bulan ini adalah kehadiran Strawberry Moon atau Purnama Stroberi. NASA menjelaskan bahwa penamaan ini tidak merujuk pada perubahan warna bulan menjadi merah cerah atau berbentuk seperti buah stroberi. 

Istilah tersebut berasal dari tradisi suku asli Amerika (Algonquin) yang menandai bulan purnama di bulan Juni sebagai waktu yang tepat untuk memanen stroberi liar yang mulai matang.

Saat mencapai fase puncaknya, Bulan akan berada pada posisi oposisi geometris terhadap matahari, sehingga seluruh permukaannya yang menghadap ke Bumi akan memantulkan cahaya matahari secara penuh. Fenomena ini membuat ukuran Bulan tampak sedikit lebih besar dan bersinar jauh lebih terang dari malam-malam biasanya.

Untuk mendapatkan pengalaman pengamatan yang maksimal, BMKG mengimbau masyarakat untuk mencari lokasi yang lapang dan minim penghalang seperti gedung tinggi atau pohon. 

Meskipun sebagian besar fenomena ini aman dilihat langsung dengan mata telanjang, penggunaan binokular atau teleskop kecil sangat disarankan jika Anda ingin melihat detail kawah Bulan dan cincin planet Saturnus secara lebih tajam.
 

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut