Prihatin Kondisi Ekonomi Dalam Negeri, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Hari Ini
JAKARTA, iNewsSemarang.id - Ribuan mahasiswa akan menggelar unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat pada Jumat (12/6/2026). Mereka yang tergabung BEM Universitas Indonesia (UI) menggelar demo karena prihatin atas kondisi ekonomi dalam negeri.
"Kenyataan yang kita hadapi sekarang adalah ekonomi hanya tumbuh di atas kertas, tapi di meja makan rakyat, tidak ada yang berubah. Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat sekarat dihajar pajak, dan pemerintah? Sibuk memoles citra sambil membagi proyek kepada kroni," ungkap Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
Kondisi yang dihadapi bangsa saat ini menurutnya bukan soal perbedaan politik, namun tentang seluruh rakyat yang dirugikan.
Selain itu, BEM UI juga mengkritik sikap pemerintah yang kerap mempertontonkan sikap minim akuntabilitas, arogansi, miskin empati, dan semakin jauh dari keberpihakan terhadap rakyat.
"Kepemimpinan yang baik seharusnya hadir untuk mendengar, melindungi, dan menjawab keresahan publik. Namun yang terjadi hari ini justru sebaliknya. Karena kritik lewat data juga sudah disampaikan dan selalu diabaikan. Lebih-lebih karena pemerintah memilih mengelak alih-alih bertanggung jawab," tegasnya.
Dengan serangkaian permasalahan negeri ini, hal tersebut membuat BEM UI merasa terpanggil untuk turun ke jalan. BEM UI juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan karena aksi tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan di kawasan Bundaran HI.
"Namun, kami ingin memberi pesan bahwa kemacetan lalu lintas esok hanya berlangsung beberapa jam. Di sisi lain, kemacetan mobilitas sosial, kemacetan lapangan kerja, dan kemacetan masa depan yang dipaksakan sistem ini kepada rakyat itu sudah jauh lebih lama berlangsung selama puluhan tahun dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti sendiri," ujarnya.
Adapun dijelaskan Athof bahwa aksi hari ini akan diikuti oleh 1.000 orang lebih. Ia menyampaikan BEM UI dalam aksi kali ini turut membawa lima tuntutan utama kepada pemerintah, yakni:
1. Stop Pemborosan APBN
2. Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM
3. Hentikan Program MBG dan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
4. Hentikan Militerisme di Ranah Sipil
5. Prabowo berhenti Mengelak dan Akui Kesalahan Pemerintah
Editor : Ahmad Antoni