get app
inews
Aa Text
Read Next : Rupiah Melemah, Begini Upaya Pemprov Jaga Nadi UMKM di Jawa Tengah

Prediksi Rupiah Pekan Depan: Menguat atau Melemah?

Minggu, 14 Juni 2026 | 16:25 WIB
header img
Ilustrasi, nilai tukar Rupiah. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNewsSemarang.id - Nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang pekan ini. Hal itu dipicu kebijakan moneter Bank Indonesia (BI), masuknya kembali modal asing ke pasar keuangan domestik, serta membaiknya sentimen terhadap prospek ekonomi nasional. 

Penguatan rupiah tersebut terjadi meski pasar global masih dibayangi ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ketidakpastian arah suku bunga global.

"Langkah-langkah tersebut juga didukung oleh sinergi yang erat antara Bank Indonesia dan Pemerintah," jelas Deputi Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dalam keterangannya dikutip pada Sabtu (13/6/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.860 per dolar AS pada perdagangan Jumat, atau naik 0,72 persen dibandingkan posisi sehari sebelumnya sebesar Rp17.989 per dolar AS. Dalam sepekan, mata uang Garuda menguat 0,98 persen dari posisi akhir pekan lalu yang berada di level Rp18.036 per dolar AS.

Penguatan serupa tercermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia. Nilai tukar tersebut bergerak dari Rp18.171 per dolar AS pada awal pekan menjadi Rp17.921 per dolar AS pada akhir perdagangan Jumat, atau menguat sekitar 1,38 persen

Menurut Destry, respons positif investor terhadap bauran kebijakan moneter dan fiskal berhasil mendorong arus masuk modal asing ke berbagai instrumen keuangan domestik, termasuk Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Surat Berharga Negara (SBN), hingga obligasi internasional Danantara. 

Penjualan perdana obligasi Danantara bahkan mencapai Rp26,9 triliun, yang dinilai mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap aset Indonesia.

Selain itu, BI juga memperkuat stabilitas nilai tukar melalui kerja sama regional dengan People's Bank of China (PBOC) dan Hong Kong Monetary Authority (HKMA) melalui perluasan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan serta penguatan skema Bilateral Currency Swap Agreement (BCSA). 

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut