get app
inews
Aa Text
Read Next : Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran 2 Km, Badan Geologi: Jauhi Kawasan Rawan Bahaya

Heboh Gunung Lawu akan Meletus Dahsyat, Begini Respons Badan Geologi Kementerian ESDM

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:09 WIB
header img
Ilustrasi Gunung Lawu. (foto: dok IMG)

JAKARTA, iNewsSemarang.id – Kabar Gunung Lawu di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, akan meletus dahsyat dalam waktu dekat ini membuat heboh, bahkan viral di media sosial. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun angkat bicara merespons kabar tersebut. 

Badan Geologi menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar alias hoaks.  Klarifikasi resmi tersebut dikeluarkan melalui Laporan Khusus Nomor: 1079.Lap./GL.03/BGL/2026 mengenai kondisi terkini aktivitas Gunung Lawu yang dirilis pada Rabu (17/6/2026). 

Isu bohong ini pertama kali mencuat setelah sebuah akun di platform Threads dengan nama pengguna @hsuliz2021 mengunggah sebuah narasi provokatif. Akun tersebut mengeklaim bahwa gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur itu menjadi gunung ketujuh yang akan meletus dahsyat.

Dalam narasinya, akun @hsuliz2021 mengeklaim adanya indikasi pergerakan lava yang mulai naik ke permukaan. Selain itu, menyebut kantong magma di dalam perut Gunung Lawu sudah mulai penuh. 

Unggahan sesat itu langsung memicu kepanikan dan viral. Hingga Rabu (17/6/2026) malam pukul 18.44 WIB, unggahan tersebut terpantau telah mendapatkan lebih dari 2.500 tanda suka (like), memancing 651 komentar, serta dibagikan ulang (repost) sebanyak 203 kali. 

Merespons kegaduhan di jagat maya tersebut, Badan Geologi langsung mematahkan klaim akun tersebut lewat data-data ilmiah hasil pemantauan riil di lapangan. 

Secara klasifikasi, Gunung Lawu merupakan gunung api Tipe B yang belum pernah lagi tercatat mengalami erupsi magmatik sejak tahun 1600. Saat ini, aktivitasnya hanya berupa embusan gas solfatara di Kawah Candradimuka. 

"Hasil pengukuran suhu di Kawah Candradimuka saat ini berada di kisaran angka 90,8 hingga 92 derajat Celsius. Nilai ini sangat normal dan mengindikasikan sama sekali tidak terjadi kenaikan lava ke permukaan sebagaimana narasi hoaks yang beredar," tulis Badan Geologi dalam laporan resminya, Rabu (17/6/2026). 

Selain suhu, Badan Geologi juga membeberkan hasil penyelidikan geokimia berkala yang dilakukan pada tahun 2021 dan 2023. Komposisi gas di Kawah Candradimuka terbukti masih berada dalam batas aman. 

Kandungan tersebut merupakan manifestasi gas vulkanik normal yang umum ditemukan pada gunung api aktif yang sedang 'tertidur'.

Pihak laboratorium juga memastikan tidak menemukan adanya perubahan komposisi kimia air panas maupun gas vulkanik yang signifikan di sekitar lereng gunung. Hal ini menjadi bukti kuat bahwa tidak ada pergerakan fluida magma berbahaya ke permukaan.

Badan Geologi Imbau Masyarakat Tetap Tenang
Atas beredarnya kabar bohong yang telanjur menyebar luas tersebut, Badan Geologi meminta warga yang bermukim di sekitar Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Magetan untuk tidak panik. 

Masyarakat diimbau untuk menyaring seluruh informasi yang diterima di media sosial, tidak ikut menyebarkan isu yang belum jelas sumber kebenarannya, serta selalu merujuk pada kanal komunikasi resmi milik pemerintah dan PVMBG terkait perkembangan aktivitas gunung api di Indonesia.

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut