Kebumen Geopark Trail Run 2026, Ribuan Pelari Susuri Pantai, Perbukitan hingga Gua
“Yang membuat event ini berbeda, rutenya paling komplit. Pelari mendapatkan rute pantai, gunung, pasir, sungai, sampai gua. Ini satu-satunya event di Indonesia yang ada segmen masuk gua,” jelasnya.
Sementara kategori 17K yang diikuti Sekda Sumarno membawa peserta melewati sejumlah lanskap wisata Kebumen, mulai dari Karangbolong, Sagara, Watubalang, Surumanis, Lampon, hingga Pantai Pecaron.
Menurutnya, keindahan rute menjadi alasan tingginya minat peserta. Bahkan panitia harus membatasi jumlah peserta karena kapasitas penginapan di sekitar lokasi masih terbatas.
“Kita sampai menolak peserta. Salah satu pertimbangannya adalah daya tampung homestay belum cukup banyak. Demi kenyamanan peserta kita batasi,” katanya.
Dari sisi ekonomi, KGTR 2026 juga memberikan dampak bagi Kebumen. Leo menyebut perputaran uang dari biaya pendaftaran mencapai sekitar Rp900 juta.
Jika ditambah belanja peserta untuk penginapan, konsumsi, dan kebutuhan lainnya, nilai ekonomi yang berputar diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar. "Ini jauh lebih tinggi dari tahun kemarin," katanya.
Bagi peserta, tantangan jalur justru menjadi bagian yang paling menarik. Raivan Gustian Santiko asal Purworejo yang finis pertama kategori 17K mengaku terkesan dengan pengalaman pertamanya mengikuti trail run.
“Sangat menakjubkan. Pertama kali ikut trail run langsung kagum. Medannya menantang, tapi pemandangannya luar biasa,” katanya.
Ia menyebut dukungan warga sepanjang jalur menjadi energi tambahan ketika tenaga mulai terkuras. “Walaupun capek, ada supporter yang memberi semangat. Jadi lebih bergairah lagi,” ungkapnya.
Peserta kategori 7K asal Solo, Elang Arya, juga mengaku terkesan dengan panorama yang disuguhkan. Meski harus menghadapi tanjakan berat, pemandangan laut menjadi penyemangat selama perjalanan. “Pemandangannya indah banget. Kalau lagi capek, lihat laut jadi semangat lagi,” ucapnya
Editor : Ahmad Antoni