Perkuat Internasionalisasi Pendidikan, 98 Mahasiswa Unnes Praktik Mengajar di 6 Negara
SEMARANG, iNewsSemarang.id - Sebanyak 98 mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) dikirim untuk mengikuti praktik mengajar ke luar negeri dalam Program Lantip Internasional. Hal itu dilakukan untuk memperluas pengalaman akademik, praktik kependidikan, dan wawasan global mahasiswa.
Mereka akan praktik mengajar di enam negara yaitu Malaysia, Filipina, Australia, Thailand, Arab Saudi, dan Mesir. Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen Unnes dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman belajar lintas budaya.
Lantip Internasional merupakan program praktik pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman mengajar di sekolah atau lembaga mitra luar negeri.
Melalui program ini, mahasiswa mengembangkan kompetensi pedagogik, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan lintas budaya, serta memperluas wawasan mengenai sistem pendidikan di negara lain.
Penerjunan mahasiswa secara resmi dilepas oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unnes, Prof. Dr. Zaenuri bersama Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Bisnis, dan Hubungan Internasional Prof. Dr. Nur Qudus pada Rabu (1/7).
Prof Zaenuri menjelaskan bahwa mahasiswa peserta Lantip Internasional merupakan representasi Unnes di tingkat global.
“Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menjaga nama baik universitas, menunjukkan sikap profesional, serta menjunjung tinggi etika, kedisiplinan, dan tanggung jawab selama menjalankan program di negara tujuan,” jelasnya, Jumat (3/7/2026).
Sebanyak 98 mahasiswa akan ditempatkan di berbagai institusi mitra di enam negara tersebut. Sebaran lokasi penugasan ini mencerminkan semakin luasnya jejaring kerja sama internasional Unnes dalam mendukung penguatan kompetensi mahasiswa, khususnya pada bidang praktik kependidikan dan pengalaman belajar lintas budaya.
Melalui program Lantip Internasional, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman praktik pembelajaran di sekolah atau lembaga mitra luar negeri sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi, adaptasi budaya, kolaborasi internasional, serta pemahaman terhadap sistem pendidikan di negara lain.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebagai calon pendidik dan profesional yang siap menghadapi tantangan global.
Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi, Prof. Dr. Rodiyah menambahkan, pelaksanaan Lantip Internasional merupakan salah satu wujud nyata dukungan Unnes terhadap internasionalisasi pendidikan.
“Program ini juga menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan kompetensi akademik, pedagogik, sosial, dan kepribadian dalam konteks pembelajaran global,” ujarnya.
Pelaksanaan Lantip Internasional Tahun 2026 didukung melalui berbagai skema pendanaan, baik dari Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi maupun dari masing-masing fakultas. Dukungan tersebut menjadi bentuk sinergi kelembagaan dalam memperluas akses mahasiswa memperoleh pengalaman internasional.
Melalui penyelenggaraan program ini, Unnes terus memperkuat kualitas pembelajaran, jejaring kerja sama internasional, dan daya saing mahasiswa di tingkat global.
Mahasiswa peserta Lantip Internasional diharapkan mampu menjadi duta akademik Unnes yang membawa nilai konservasi, inovasi, integritas, dan keunggulan di setiap negara tujuan.
Editor : Ahmad Antoni