Festival Jamu dan Kuliner XI 2026: Angkat Kekayaan Produk Lokal, Perkuat Pariwisata Jateng
Menurutnya, jamu juga menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Sebagai warisan budaya yang memiliki karakter kuat, jamu memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai unique tourism experience, sekaligus relevan dengan perkembangan wellness tourism.
“Potensi tersebut menjadi salah satu kekuatan yang dapat memperkaya dan membedakan pengalaman wisata di Jawa Tengah,” ujar Hanung.
Dari sisi dampak, penyelenggaraan Festival Jamu dan Kuliner X 2025 menunjukkan tingginya respons masyarakat, dengan 32.432 pengunjung dan nilai transaksi mencapai Rp425,46 juta selama tiga hari.

Pada 2026, festival kembali diarahkan untuk memperluas jangkauan promosi, meningkatkan kunjungan, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi pelaku usaha dan daerah.
“Melalui festival ini, Pemprov Jateng ingin menjadikan jamu dan kuliner sebagai kekuatan komunikasi pariwisata—mengangkat cerita lokal, memperkenalkan karakter daerah, membangun ketertarikan wisatawan, dan pada akhirnya mendorong lebih banyak perjalanan wisata ke Jawa Tengah,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, UMKM merupakan urat nadi perekonomian di wilayahnya. Jumlah UMKM di provinsi ini hampir 4,8 juta yang tersebar di 35 kabupaten/kota. Jutaan UMKM tersebut menjadi prioritas pembinaan dan pengembangan, mulai dari akses modal, pemasaran, dan packaging.
Editor : Ahmad Antoni