Silaturahmi Akbar di Solo, Kapolri dan 6.500 Mantan Anggota JI Perkuat Komitmen Kebangsaan
Dalam diskusi tersebut, mantan Amir JI yang kini tergabung dalam Garda Satya NKRI, Ustaz Para Wijayanto, menyampaikan apresiasi kepada Kapolri dan jajaran Polri atas pendekatan yang dilakukan dalam penanganan terorisme.
Ia menegaskan bahwa keputusan untuk membubarkan JI dan kembali ke NKRI bukan dilakukan karena tekanan, melainkan melalui proses perubahan dan musyawarah di internal organisasi.
“Kami kembali bukan berdasarkan tekanan, tapi memang perubahan metode dalam penanganan terorisme yang tepat. Kami bisa berubah, membubarkan diri dengan sukarela berdasarkan musyawarah-musyawarah mufakat dan kembali ke NKRI,” tegasnya.
Menurutnya, keputusan tersebut juga diikuti keinginan untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Indonesia, Para anggota Garda Satya NKRI diharapkan dapat mengaktualisasikan kemampuan yang dimiliki melalui berbagai bidang yang selama ini ditekuni, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyambut komitmen tersebut dengan mendorong Garda Satya NKRI untuk tidak berhenti pada keputusan kembali ke NKRI, tetapi melanjutkannya melalui kontribusi nyata. Ia melihat terdapat berbagai potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari kewirausahaan, ekonomi, dakwah hingga kegiatan kemanusiaan.
“Beliau-beliau memiliki keinginan kuat untuk kemudian bisa mengaktualisasikan apa yang beliau miliki di bidang-bidang yang saat ini sudah ditekuni, baik di kewirausahaan, di ekonomi, di bidang dakwah, bahkan keterpanggilan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan seperti bencana ataupun hal-hal lain,” kata Kapolri.
Editor : Ahmad Antoni