Dinas Intelijen Ukraina Ungkap 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia, Diimingi Gaji Fantastis
Kedua, menciptakan bahan propaganda untuk menunjukkan seolah-olah terdapat dukungan global terhadap perang tersebut. Ketiga, menutupi ketidakpuasan di dalam negeri terkait kondisi sosial-ekonomi, perang, dan rencana gelombang mobilisasi baru.
Pada pertengahan Agustus, surat kabarThe Guardian, mengutip pengacara dan aktivis, melaporkan bahwa Rusia saat ini merekrut sekitar 1.000 tentara dari dalam negeri setiap hari. Para pria disebut mendapat tekanan untuk menandatangani kontrak.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Direktorat Intelijen Utama (GUR) dan FIS Ukraina, Rusia berencana melakukan gelombang mobilisasi tambahan pada 2026–2027, dengan target merekrut 300.000 orang tahun ini dan 300.000 orang lagi tahun depan.
Pada Juli, Botswana menyampaikan nota diplomatik kepada Rusia terkait "peningkatan kasus perekrutan secara menipu" terhadap warga negaranya untuk dikirim berperang melawan Ukraina.
Pada 23 Agustus, The Telegraph, yang mengutip sumber intelijen Barat, melaporkan bahwa Rusia merekrut kelompok kriminal lokal untuk melakukan aksi sabotase di perusahaan-perusahaan pertahanan Eropa.
Editor : Ahmad Antoni