Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Wapres Ma'ruf Amin Resmikan Taman Balekambang Solo: Harus Dilestarikan!
Advertisement . Scroll to see content

Jadwal dan Rundown Acara Festival Payung Indonesia XIII 2026 di Taman Balekambang Solo

Rabu, 02 September 2026 | 07:42 WIB
  • author Ahmad Antoni
Jadwal dan Rundown Acara Festival Payung Indonesia XIII 2026 di Taman Balekambang Solo
Beragam pertunjukkan seni bakal meramaikan Festival Payung Indonesia (FESPIN) XIII 2026 digelar di Taman Balekambang, Kota Surakarta, Jawa Tengah pada 4-6 September. (foto: Istimewa)

SOLO, iNewsSemarang.id - Festival Payung Indonesia (FESPIN) XIII 2026 digelar di Taman Balekambang, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Perhelatan FESPIN ke-13 ini akan berlangsung selama tiga hari, pada 4–6 September 2026 dengan mengangkat tema “Catra Padi – Sepayung Dewi Sri”. 

Tema tersebut membawa payung tradisional ke dalam narasi yang lebih luas tentang padi, ketahanan pangan, budaya, dan kehidupan masyarakat. FESPIN XIII 2026 tidak hanya menyuguhkan instalasi seni payung, namun juga melibatkan komunitas seni, ekonomi kreatif, lingkungan, serta masyarakat dalam berbagai aktivitas budaya.

Festival ini menjadikan payung bukan sekadar benda untuk melindungi tubuh dari panas dan hujan, tetapi sebagai medium ekspresi seni sekaligus simbol kekayaan tradisi Nusantara. Beragam karya payung dari berbagai komunitas akan menjadi bagian dari ruang kreatif yang mempertemukan seni, budaya, dan kehidupan masyarakat.

Perhelatan FESPIN 2026 juga akan menampilkan seni tari, musik, fashion show, pasar kuliner, serta pameran UMKM. Kehadiran festival ini juga melanjutkan perjalanan panjang FESPIN sebagai agenda budaya di Kota Solo. Badan Otorita Borobudur Kementerian Pariwisata mencatat Festival Payung Indonesia telah diselenggarakan sejak 2014 oleh Mataya Arts & Heritage. 

Makna Tema Catra Padi-Sepayung Dewi Sri

Melalui tema “Catra Padi – Sepayung Dewi Sri”, festival tahun ini merangkai sejarah pangan Nusantara dengan seni pertunjukan dan diplomasi budaya lintas Asia. Tema ini juga tidak lepas dari panjangnya jejak budidaya padi di Nusantara. 

Benih padi diperkirakan masuk ke wilayah Indonesia sekitar 1.500 SM lewat jalur perdagangan, sebagaimana terekam dari temuan sekam padi di Gua Maros yang berusia sekitar 500 Masehi, Candi Batujaya pada abad ke-7 hingga ke-13 Masehi, dan relief Candi Borobudur dari abad ke-9 Masehi.

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut