Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ada Pembukaan MTQN 2026 di Simpang Lima, Daop 4 Imbau Penumpang Berangkat Lebih Awal ke Stasiun
Advertisement . Scroll to see content

Potret Keragaman Budaya Indonesia dalam Balutan Pawai Taaruf MTQ Nasional 2026 di Semarang

Sabtu, 12 September 2026 | 13:49 WIB
  • author Ahmad Antoni
Potret Keragaman Budaya Indonesia dalam Balutan Pawai Taaruf MTQ Nasional 2026 di Semarang
Pawai Taaruf Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Sabtu (12/9). (foto: istimewa)

SEMARANG, iNewsSemarang.id - Kemeriahan Pawai Taaruf Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang melintas di sejumlah jalan protokol Kota Semarang pada Sabtu (12/9), berubah menjadi panggung kolosal yang menampilkan keragaman budaya Indonesia

Beragam pakaian adat, ornamen budaya, musik, hingga atraksi drumband mewarnai perhelatan tersebut. Sedikitnya 46 defile dari berbagai provinsi di Indonesia, kabupaten/kota, serta instansi dan lembaga di Jawa Tengah ambil bagian dalam pawai yang menempuh rute sekitar 2,5 kilometer, dari Balai Kota Semarang hingga Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Pawai diawali penampilan atraktif drumband atau Korps Musik Taruna (Korsiktar) Universitas Maritim AMNI (Unimar AMNI) Semarang. Irama musik dan gerakan barisan menjadi pembuka yang langsung menghidupkan suasana sebelum rombongan defile dari berbagai daerah melintas.

Satu per satu defile kemudian menampilkan identitas daerah masing-masing. Pakaian adat dan simbol budaya dari berbagai penjuru Indonesia berpadu dalam satu iring-iringan. Tak hanya dari provinsi peserta MTQ, sejumlah daerah dan lembaga di Jawa Tengah juga ikut memeriahkan pawai.

Salah satunya defile Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang yang menampilkan perwakilan dari berbagai agama. Kehadiran mereka turut memperlihatkan keberagaman yang berjalan beriringan dalam kemeriahan MTQ Nasional di Jawa Tengah.

Antusiasme juga terlihat dari masyarakat yang memenuhi sejumlah titik sepanjang rute pawai. Warga menyaksikan iring-iringan peserta, mengabadikan penampilan defile, hingga memberikan sambutan ketika rombongan melintas.

Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen yang menyambut para peserta bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi antusiasme provinsi dan kabupaten/kota yang ikut dalam Pawai Ta'aruf.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang turut mengirimkan defile untuk memeriahkan pelaksanaan MTQ Nasional XXXI

Menurutnya, Pawai Ta'aruf menjadi ruang untuk memperlihatkan kebudayaan dan adat dari berbagai daerah, sekaligus mempertemukan keberagaman dalam satu momentum MTQ 2026.

"Kita pengin menampilkan kebudayaan-kebudayaan dari berbagai daerah, untuk bersatu padu membangun Indonesia ini dengan lewat MTQ Nasional," ujarnya.

Wagub yang akrab disapa Gus Yasin ini menambahkan, kemeriahan pawai juga menunjukkan bahwa MTQ dapat menjadi ruang kebersamaan tanpa melihat perbedaan suku, ras, maupun agama.

"Ini kita tahu bahwa ini adalah sebuah keberkahan buat kita bersama, tidak melihat suku, ras, agama, semuanya kumpul, kita bersatu," katanya.

Semangat kebersamaan itu juga tercermin dari tema defile yang dibawa Jawa Tengah dalam pawai taaruf ini, yakni "Gumreget Nyawiji".

Bagi para peserta, Pawai Ta'aruf bukan sekadar perjalanan menuju lokasi kegiatan. Momen tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah masing-masing kepada masyarakat.

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut