Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kronologi Mahasiswi UIN Tewas Lompat dari Lantai 4 Gedung Kampus, Terjadi saat Aktivitas Perkuliahan
Advertisement . Scroll to see content

Geger! Terdakwa Pembakar Mobil Kades Hoho Alkaf Tewas Mengenaskan di Sel Rutan Banjarnegara

Selasa, 22 September 2026 | 10:01 WIB
  • author iNews TV
Geger! Terdakwa Pembakar Mobil Kades Hoho Alkaf Tewas Mengenaskan di Sel Rutan Banjarnegara
Tahanan kasus pembakaran mobl kades Hoho ditemukan tewas dalam sel Rutan Kelas IIB Banjarnegara, Senin (21/9/2026). (Foto: iNews TV)

BANJARNEGARA, iNewsSemarang.id – Warga Kabupaten Banjarnegara, digegerkan kejadian tewasnya seorang narapidana (napi) di dalam sel tahanan Rutan Kelas IIB Banjarnegara pada Senin (21/9/2026). 

Korban berinisial RP merupakan terdakwa kasus pembakaran mobil Kepala Desa Purwasaba Hoho Alkaf, mengakhiri hidupnya diduga akibat depresi setelah menjalani sidang perdana.

Korban ditemukan petugas rutan tewas secara mengenaskan di dalam sel isolasi dengan kondisi badan tergantung terlilit celana panjang. 

Peristiwa tersebut bermula usai terdakwa RP kembali ke Rutan Kelas IIB Banjarnegara usai menghadiri persidangan perdana di pengadilan. 

Setibanya di rutan, petugas menempatkan RP di ruang isolasi lantaran yang bersangkutan melanggar aturan tata tertib disiplin rutan akibat terlibat penganiayaan terhadap sesama narapidana.

Namun tak lama berada di sel khusus tersebut, petugas rutan dikagetkan dengan kondisi RP yang sudah meninggal dunia terikat celana panjang. 

"Kejadian ini langsung dilaporkan petugas Rutan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan proses penyelidikan serta Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP)," ungkap Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Banjarnegara, Nurul Setyo, Senin (21/9). 

Tim Inafis Polres Banjarnegara yang tiba di lokasi kejadian langsung menggelar olah TKP dan identifikasi medis awal terhadap jasad korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik tim Inafis, peristiwa ini dipastikan murni aksi bunuh diri lantaran petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan atau penganiayaan pada tubuh terdakwa.

Usai proses olah TKP dan identifikasi medis selesai, jasad terdakwa langsung dievakuasi dari rutan dan dipulangkan ke rumah duka keluarga untuk dimakamkan. 

Meski hasil Inafis mengarah pada aksi bunuh diri, pihak kepolisian tetap melakukan pendalaman guna memastikan seluruh rangkaian penyebab pasti kematian terdakwa.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Bagi Anda yang merasakan gejala depresi, tekanan mental, atau memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidup, segera konsultasikan masalah Anda ke pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan jiwa terdekat

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut