Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Mau Jadikan Jateng Pusat Syariah Nasional, Rezza Artha Perkuat Kolaborasi dengan BI dan OJK
Advertisement . Scroll to see content

Buka Akses ke Pasar Internasional, MES Jateng Siapkan Pengembangan Koperasi Ekspor

Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:23 WIB
  • author Ahmad Antoni
Buka Akses ke Pasar Internasional, MES Jateng Siapkan Pengembangan Koperasi Ekspor
Pelantikan pengurus MES Jateng periode 2026–2030 di Semarang. (foto: istimewa)

SEMARANG, iNewsSemarang.id– Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah (Jateng) memasuki babak baru dengan dilantiknya kepengurusan periode 2026–2030 di Padma Hotel Semarang, Jumat (2/10/2026).

Momentum pelantikan ini menjadi pijakan penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah sekaligus mendorong pelaku usaha, pesantren, UMKM hingga industri halal agar naik kelas.

Ketua Umum MES Jawa Tengah, Rezza Arief Budy Artha menjelaskan, pelantikan bukan sekadar agenda organisasi, melainkan awal dari kerja bersama untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Menurutnya, ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan penggerak perekonomian daerah. Karena itu, MES Jateng akan mengedepankan kolaborasi dan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

 “Kami ingin MES Jawa Tengah tidak hanya hadir sebagai organisasi, tetapi menjadi rumah bersama bagi seluruh pihak yang ingin membangun ekonomi yang berkeadilan, produktif dan memberikan manfaat,” kata Rezza.

Ia menjelaskan, MES Jateng akan membangun kolaborasi dengan pendekatan pentahelix, yakni melibatkan unsur dunia usaha, pemerintah, akademisi, komunitas dan ulama, serta media.

Kolaborasi tersebut dinilai penting karena pengembangan ekonomi syariah tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara kebijakan pemerintah, inovasi dunia usaha, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pendampingan masyarakat dan penyebarluasan informasi kepada publik.

“Ekonomi syariah bukan hanya tentang transaksi keuangan. Di dalamnya ada pemberdayaan, keadilan, kemandirian, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan bagaimana masyarakat bisa memiliki kesempatan untuk tumbuh,” ujarnya.

Sejumlah program strategis telah disiapkan MES Jawa Tengah. Di antaranya penguatan koperasi dan UMKM, ekonomi pesantren, industri halal, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta penguatan dana sosial Islam.

Pengembangan Koperasi Ekspor

Salah satu agenda yang tengah dipersiapkan adalah pengembangan Koperasi Ekspor yang diarahkan untuk membuka akses produk-produk Jawa Tengah ke pasar internasional. Program tersebut ditargetkan mulai mendorong ekspor ke kawasan Timur Tengah pada November 2026.

Bagi Rezza, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mengubah paradigma bahwa pelaku UMKM tidak selamanya hanya menjadi pemain di pasar lokal.

“Produk-produk kita memiliki potensi untuk menembus pasar yang lebih luas. Tantangannya adalah bagaimana kualitas produk, legalitas, sertifikasi halal, kemasan, kapasitas produksi dan akses pasarnya kita siapkan bersama,” ujarnya.

Selain sektor usaha, MES Jateng juga memberi perhatian terhadap penguatan ekonomi pesantren. Pesantren dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat pendidikan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Program Santri Weekend

Program Santri Weekend menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan berbagai keterampilan dan wawasan kepada generasi muda pesantren. Bersamaan dengan itu, MES Jateng juga menyiapkan program Sunrise IT for Santri, yang diarahkan untuk memperkenalkan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) kepada para santri.

Rezza menilai penguasaan teknologi menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda. Pesantren, menurut dia, tidak boleh berada di luar arus transformasi digital.

“Santri harus mempunyai kesempatan yang sama untuk mengenal teknologi, termasuk AI. Kita ingin nilai-nilai yang kuat dari pesantren berjalan beriringan dengan kemampuan teknologi, kreativitas dan kewirausahaan,” ujarnya.

Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian dari visi MES Jateng untuk melahirkan generasi yang tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan peluang dan membuka lapangan pekerjaan.

Di sisi lain, pengembangan industri halal juga menjadi perhatian. Jawa Tengah memiliki basis industri, UMKM, pesantren dan komunitas yang besar sehingga penguatan ekosistem halal dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru.

Rezza menegaskan, industri halal harus dipandang sebagai peluang bisnis sekaligus bagian dari peningkatan kualitas produk.

“Ketika sebuah produk memenuhi standar halal dan memiliki kualitas yang baik, sesungguhnya pasarnya menjadi semakin luas. Ini bukan hanya berbicara mengenai pasar umat Islam, tetapi juga tentang kualitas, keamanan dan kepercayaan konsumen,” ujarnya.

Ia berharap pelantikan pengurus MES Jateng menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh elemen yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, tantangan ekonomi ke depan membutuhkan organisasi yang mampu bekerja lintas sektor dan tidak terjebak pada sekat-sekat kelembagaan.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah tidak bisa sendiri, pengusaha tidak bisa sendiri, akademisi tidak bisa sendiri, pesantren tidak bisa sendiri. Semuanya harus bertemu dan bekerja bersama,” ungkap Rezza.

Ia pun mengajak seluruh jajaran MES Jawa Tengah menjadikan periode kepengurusan baru sebagai momentum untuk menghadirkan program yang terukur dan memberikan dampak nyata.

“Ukuran keberhasilan MES bukan seberapa banyak kegiatan yang kita lakukan, tetapi seberapa banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari apa yang kita kerjakan,” tegasnya.

“Kita ingin membangun ekonomi yang tumbuh bersama. Bukan hanya besar secara angka, tetapi juga memberikan kebermanfaatan dan membuka kesempatan bagi lebih banyak masyarakat untuk maju,” ujarnya.

Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah

Sementara itu, Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen mengatakan, pembentukan kawasan industri halal tersebut saat ini masih dibahas bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), serta para pegiat ekonomi syariah.

Menurutnya, pembahasan bersama berbagai pihak diperlukan agar kawasan tersebut nantinya mampu menarik industri dari luar Jawa Tengah.

Gus Yasin juga menekankan pentingnya memperkuat ekosistem ekonomi syariah, termasuk dari sisi pariwisata dan kuliner. Jawa Tengah, kata dia, telah merasakan apresiasi wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara, terhadap layanan yang ramah bagi wisatawan muslim.

Apalagi, Taj Yasin menambahkan, penguatan ekonomi syariah tersebut juga akan menjadi bagian dari arah pembangunan Jateng pada 2027. Oleh karena itu, ekonomi syariah dan pariwisata ramah muslim yang berkelanjutan menjadi salah satu tema yang akan dikembangkan.

Ia berharap kepengurusan baru MES Jateng dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah. Menurutnya, potensi anak muda dengan pengalaman di bidang industri, ekspor-impor, perekonomian, hingga fesyen dapat menjadi tenaga baru dalam pengembangan ekonomi syariah.


 

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut