Daftar 28 Perjalanan KA Barang Beroperasi di Wilayah Daop 4, Berikut Relasi dan Komoditasnya
16. KA Priukmas Cargo – Relasi: Kalimas - Pasoso (Komoditi: Petikemas)
17. KA Brumbung Cargo – Relasi: Pasoso - Brumbung (Komoditi: Petikemas)
18. KA Brumbung Cargo – Relasi: Pasoso - Brumbung (Komoditi: Petikemas)
19. KA Kalmas Cargo – Relasi: Kalimas - Klari (Komoditi: Petikemas)
20. KA Kalmas Cargo – Relasi: Klari - Kalimas (Komoditi: Petikemas)
21. KA Benteng Cargo – Relasi: Surabaya Benteng - Solo Jebres (Komoditi: Petikemas)
22. KA Aksa Cargo – Relasi: Solo Jebres - Kalimas (Komoditi: Petikemas)
23. KA Aksa Cargo – Relasi: Kalimas - Solo Jebres (Komoditi: Petikemas)
24. KA Benteng Cargo – Relasi: Solo Jebres - Surabaya Benteng (Komoditi: Petikemas)
25. KA Parcel Utara – Relasi: Surabaya Pasar Turi - Jakarta Gudang (Komoditi: Retail)
26. KA Parcel Utara – Relasi: Jakarta Gudang - Surabaya Pasar Turi (Komoditi: Retail)
27. KA Blambangan Ekspress – Relasi: Ketapang - Pasar Senen (Komoditi: Retail)
28. KA Blambangan Ekspress – Relasi: Pasar Senen - Ketapang (Komoditi: Retail)
Sebagai informasi, selain KA-KA di atas, pengangkutan komoditas retail juga didukung oleh layanan KA penumpang reguler lainnya seperti KA Pandalungan relasi Jakk - Jr dan Jr – Jakk.
Keberadaan jaringan layanan tersebut mendukung konektivitas distribusi barang antardaerah melalui moda transportasi kereta api. Dengan pola perjalanan terjadwal, kereta api menjadi salah satu alternatif andalan bagi pelaku usaha untuk merencanakan pengiriman barang sesuai kebutuhan rantai pasok.
KAI Daop 4 Semarang terus mendorong optimalisasi layanan angkutan barang melalui evaluasi operasional, penguatan koordinasi dengan mitra, serta pengembangan peluang kerja sama. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran distribusi komoditas dan memperkuat peran kereta api dalam menunjang aktivitas industri serta perdagangan.
Melalui pengembangan layanan secara berkelanjutan, KAI berkomitmen menghadirkan layanan angkutan barang yang andal dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan serta perkembangan sektor logistik.
Editor: Ahmad Antoni