Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 25.000 Penari Dug Dug Der Semarangan Pecahkan Rekor Dunia
Advertisement . Scroll to see content

TMMD Semarang, Targetkan Penanganan 2.500 RTLH dan Perkuat Pencegahan Stunting di Pedurungan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:18 WIB
  • author Ahmad Antoni
TMMD Semarang, Targetkan Penanganan 2.500 RTLH dan Perkuat Pencegahan Stunting di Pedurungan
Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 resmi dibuka di Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. (foto: istimewa)

SEMARANG, iNewsSemarang.id - TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 resmi dibuka di Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, pada Selasa (13/10). Pemkot Semarang menargetkan penanganan 2.500 unit rumah tidak layak huni (RTLH) sepanjang 2026. 

Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan BAZNAS, dunia usaha, dan masyarakat. 

Melalui program TMMD yang berlangsung hingga 11 November 2026, sebanyak 10 unit RTLH di Penggaron Kidul akan direhabilitasi dengan dukungan BAZNAS Kota Semarang. 

Pembangunan fisik lainnya meliputi peninggian jalan, pavingisasi, dan pembangunan talud yang menghubungkan RT 03 dan RT 07 RW 03. 

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, perbaikan rumah menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Setiap rumah yang diperbaiki merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga,” katanya.

Di sisi lain, pencegahan stunting juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan TMMD. Data Dinas Kesehatan per September 2026 mencatat 194 kasus stunting di Kecamatan Pedurungan, meningkat dari 193 kasus pada Agustus. 

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat agar upaya pencegahan terus diperkuat melalui pemenuhan gizi, pengasuhan yang baik, dan akses pelayanan kesehatan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, TMMD menghadirkan pemberian makanan bergizi melalui program DAHSAT bagi baduta rawan stunting dan calon pengantin. Program ini juga sejalan dengan pengembangan Pawon Sehat Ngopeni Stunting (PANSOS) untuk mendorong penyediaan makanan bergizi bagi keluarga berisiko.

 “Pencegahan stunting harus terus diperkuat melalui pemenuhan gizi, pengasuhan yang baik, dan akses pelayanan kesehatan,” tegas Agustina Wilujeng.

Selain pembangunan infrastruktur dan intervensi kesehatan, TMMD Sengkuyung Tahap IV juga mencakup pelayanan keluarga berencana, pelatihan keterampilan, pengembangan UMKM, serta edukasi lingkungan. 

Pemerintah berharap kolaborasi TNI, pemerintah, dan masyarakat dapat memberikan manfaat langsung bagi warga, mulai dari hunian yang lebih layak hingga peningkatan kesehatan keluarga.
 

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut