Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Teatrikal Legenda Rawa Pening, Merawat Solidaritas dalam Balutan Gelar Budaya Kebon Dalem
Advertisement . Scroll to see content

Potret Pemilos Ala Pilpres di SMA Kebon Dalem: Tinta Celup Pakai Kunir, Kotak Suara Barang Bekas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 07:13 WIB
  • author Ahmad Antoni
Potret Pemilos Ala Pilpres di SMA Kebon Dalem: Tinta Celup Pakai Kunir, Kotak Suara Barang Bekas
Proses Pemilos SMA Kebon Dalem Semarang, Rabu (14/10/2026). (foto-foto: iNewsSemarang.id)

SEMARANG, iNewsSemarang.id – Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) di SMA Kebon Dalem Semarang dirancang menyerupai proses Pemilihan Presiden (Pilpres). Dalam pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2026-2027 dilakukan melalui beberapa tahapan.

Ada empat pasangan calon (paslon) ketua dan wakil ketua OSIS SMA Kebon Dalem, yakni Bernard-Yohanes, Putri-Grace, Melan-Ren dan Mathew-Nico yang harus menjalani rentetan tahapan meliputi sosialisasi, latihan dasar kepemimpinan (LDK) hingga debat paslon sebelum coblosan.

Sebelum debat, paslon terlebih dahulu memaparkan visi misi dan program kerja dengan durasi 5 menit. Sementara debat paslon berlangsung cukup seru. Tak jarang paslon saling sanggah atas jawaban yang dinilai kurang pas.

Sementara ada yang menarik dalam pelaksanaan Pemilos. Untuk kotak suara menggunakan barang bekar, sedangkan tinta celup dari kunir yang sudah ditumbuk. Hal itu sesuai dengan karakter sekolah yang berbasis alam.

Ketua Pemilos SMA Kebon Dalem, Angel mengatakan bahwa pelaksanaan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2026/2027 berbeda dengan tahun sebelumnya. Kali ini, para kandidat harus menjalani Latihan Dasar Kepemimpinan.

“Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini kita mengadakan LDK (latihan dasar kepemimpinan) dimana mereka dilatih menjadi seorang pemimpin selama 2 hari. Mereka diajari PBB, tanggung jawab, kerjasama, kebersamaan dan keberanian,” ujar Angel.

Dia menyebutkan, terdapat 15 kandidat yang kemudian mengerucut menjadi 8 pasangan calon setelah dilakukan seleksi. Ke delapan paslon terdiri 4 ketua dan 4 wakil ketua.

“Untuk calon Ketua dari kelas 11, sedangkan wakil ketua dari kelas 10. Untuk pemilih ada 29 siswa baik kelas 10,11 dan 12 plus 19 karyawan dan guru,” sebut siswi kelas 12 ini. 

Dominikus Margiono Budi Artanto selaku Pembina OSIS menjelaskan, Pemilos dilaksanakan dari tahun ke tahun karena memang OSIS dibangun untuk mengajarkan pada siswa tentang organisasi.

“Saat ini telah memasuki periode ke-65 untuk kepengurusan OSIS dan setiap tahun ada pergantian. Proses Pemilos yang dilalui, kami mengadopsi pada senior kami untuk pembangunan karakter, kedisiplinan, dan lain sebagainya melalui kegiatan LDK,” terang Budi.

“Kami mengajarkan tentang suara demokrasi sejalan dengan arah dari kurikulum yang ada, sehingga adalanya Pemilos ini menjadi wadah untuk para siswa belajar tentang demokrasi,” ujarnya.

Budi menambahkan, untuk alur Pemilos diawali proses sosialisasi, menyelenggarakan LDK sebagai bekal para kandidat, kemudian dari proses tersebut dilakukan seleksi potensi-potensi yang ada untuk didorong menjadi ketua dan wakil ketua OSIS.

“Dari yang ada ini kita minta mereka menyiapkan program kerja, visi misi, video kampanye untuk mensosialisasikan kepada para warga sekolah agar terdorong untuk memilih mereka, kemudian mereka kita minta untuk menyiapkan materi tentang program kerja dan sebagainya  untuk bahan debat baik dari pengembangan sekolah, OSIS dan lain sebagainya,” terang Budi.

“Alur Pemilos persis dengan Pemilu/Pilpres yang ada. Seperti datang ambil surat suara menuju ke bilik suara, setelah itu menuju pencelupan tinta pakai dari kunir. Untuk kotak suara pakai barang-barang bekas, tujuannya untuk menghemat penggunaan kertas dan menjaga agar tidak banyak membuang-buang kertas,” ujarnya.

Menurut Kepala SMA Kebon Dalem, Sr. Krista Yustina Susilawati, Pemilos ini menjadi latihan pengurus OSIS belajar bekerjasama membangun kolaborasi bagaimana mereka harus belajar rendah hati ketika mendengarkan temannya mengungkapkan pendapat.

“Selain itu juga belajar berani mengungkapkan pendapat lalu keberanian untuk terus menerus jujur, otentik menjadi diri sendiri tidak perlu dirubah, jadi anak-anak yang cerdas secara keseluruhan, mereka harus percaya bahwa Tuhan itu memilih dan memasangkan mereka,” kata Suster Krista.

“Ketika itu mereka harus membangun solidaritas. Yang utama adalah mereka harus belajar menjadi teladan bagi teman-temannya untuk mewujudkan visi misi sekolah ini,” imbuhnya.

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut