Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Polda Jateng Bongkar 3 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, Kerugian Negara Rp10,8 Miliar
Advertisement . Scroll to see content

Fakta-Fakta Kelangkaan BBM di Bali Picu Antrean Panjang hingga Berjam-jam

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:54 WIB
  • author Iqbal Dwi Purnama/Feby Novalius/iNewsTV
Fakta-Fakta Kelangkaan BBM di Bali Picu Antrean Panjang hingga Berjam-jam
Warga Jembrana rela antre berjam-jam di SPBU demi mendapatkan BBM bersubsidi yang sudah hampir sepekan sulit didapat. (Foto: iNews)

JEMBRANA, iNewsSemarang.id – Dampak kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Bali memicu antrean panjang hingga berjam-jam di Sejumlah SPBU. 

Seperti yang terjadi di Kabupaten Jembrana dan Gianyar, warga harus mengantre berjam-jam hingga jalur antrean BBM mengular sejauh 3 kilometer. Berikut fakta-faktanya:

1. Warga Pingsan Kelelahan Antre BBM

Beratnya perjuangan berburu bahan bakar membuat sejumlah warga mengalami kelelahan ekstrem hingga pingsan di lokasi SPBU. Salah satu insiden pingsannya warga terjadi di SPBU kawasan Kabupaten Jembrana pada Rabu (14/10/2026). PS Kasi Dokkes Polres Jembrana, Aiptu I Gusti Bagus Adi Sadnyana Putra mengonfirmasi peristiwa penanganan medis darurat tersebut. Korban terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Bali Med Jembrana untuk mendapatkan perawatan intensif.
"Hasil pemeriksaan awal, yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit epilepsi. Korban mengalami kelelahan hebat setelah mengantre BBM sejak pukul 04.00 WITA. Setelah penanganan awal di TKP, kami langsung merujuknya ke rumah sakit," kata Aiptu I Gusti Bagus Adi Sadnyana Putra, Rabu (14/10).

2. Antrean Kendaraan Mengular 3 Km

Antrean kendaraan di Gianyar mengular hingga 3 kilometer demi mendapatkan BBM jenis Pertalite maupun Pertamax. Menipisnya stok pasokan BBM bersubsidi membuat ribuan warga rela bertahan dari dini hari hingga malam hari. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kondisi fisik, membawa air minum saat mengantre, serta segera meminta bantuan petugas kepolisian atau layanan darurat jika merasakan pusing dan lemas saat mengantre.

3. Gangguan Distribusi BBM akibat Musim Kemarau

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap penyebab antrean masyarakat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali. Gangguan distribusi akibat musim kemarau disebut memperlambat pengiriman BBM, meski stok nasional masih dalam kondisi ideal. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, ketahanan stok BBM nasional saat ini berada di kisaran 18-20 hari. Namun, kendala pengiriman membuat pasokan ke sejumlah SPBU di Bali terlambat.

4. Kapal Pengangkut BBM Alami Keterlambatan

Laode menyebut, kapal pengangkut BBM yang sebelumnya mengalami keterlambatan kini telah tiba di Bali. PT Pertamina juga telah menjalankan operasi pasar selama 24 jam untuk mempercepat pemulihan pasokan dan mengurai antrean masyarakat. "Itu masalah proses distribusi saja. Jadi kemarin memang ada keterlambatan kapal. Kapalnya sudah tiba, sejak di sana kemarin sudah dilakukan operasi pasar 24 jam," ujarnya.

5. Bongkar Muat dan Distribusi BBM Lambat

Selain kendala pengiriman, Laode menjelaskan, kondisi gelombang laut yang tinggi turut menyulitkan kapal untuk bersandar. Akibatnya, proses bongkar muat dan pendistribusian BBM ke wilayah tujuan menjadi lebih lambat. "Lalu yang kedua, ombak. Kalau ombak lagi tinggi, itu kapal tuh walaupun sudah ada di lokasi enggak bisa sandar. Nah, ini memperlambat proses pendistribusian. Tapi begitu sudah sandar, kayak di Bali kemarin, langsung dilaksanakan distribusi 24 jam. Jadi dikejar," ungkapnya.

6. Ombudsman Ungkap Penyebab Antrean BBM di SPBU

Ombudsman RI mengungkap penyebab antrean BBM di sejumlah SPBU di Bali. Berdasarkan temuan awal, terjadi keterlambatan kapal dan proses bongkar BBM di Terminal Manggis. Komisioner Ombudsman RI Abdul Ghoffar menjelaskan, persoalan tersebut ditemukan tim Ombudsman saat menelusuri penyebab antrean BBM di Bali.
“Di Bali misalnya, tim Ombudsman menemukan bahwa telah terjadi keterlambatan kapal dan bongkar di terminal IT atau terminal IT Manggis,” kata Ghoffar dalam konferensi pers di Kantor Ombudsman RI, Jakarta, Rabu (14/10).

7. Ketidaksesuaian Kebutuhan Riil Masyarakat, Kuota dan Pasokan

Selain persoalan distribusi, Ombudsman juga menyoroti kemungkinan ketidaksesuaian antara kebutuhan riil masyarakat, kuota, dan pasokan BBM. Faktor itu menjadi salah satu indikasi yang perlu diperhatikan dalam menelusuri penyebab antrean di sejumlah wilayah. “Selain itu juga penyebab dan faktor lainnya adalah ada juga yang terkait dengan karena ketidaksesuaian kebutuhan riil, kuota, dan pasokan,” ujar Ghoffar.

8. Pertamina Percepat Pemulihan Pasokan BBM

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mempercepat pemulihan pasokan BBM di Bali melalui pengaturan pengiriman berdasarkan skala prioritas SPBU serta optimalisasi suplai secara kontinu selama 24 jam. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan BBM masyarakat sesuai kondisi di lapangan.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan penentuan SPBU prioritas merupakan bagian dari pengaturan operasional agar penyaluran BBM lebih terarah.

9. Pertamina Tambah Pasokan  57,9 Juta Liter BBM

Kondisi antrean BBM di sejumlah SPBU di Bali mulai berangsur kondusif. PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat pasokan dan distribusi BBM melalui penambahan suplai, optimalisasi armada mobil tangki, serta pengoperasian sejumlah terminal dan SPBU selama 24 jam. Pertamina Patra Niaga merencanakan tambahan pasokan sekitar 57,9 juta liter BBM yang didatangkan secara bertahap pada 14–17 Oktober 2026. Hingga saat ini, sekitar 19 juta liter telah tiba di Fuel Terminal Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis. Sisa pasokan dijadwalkan tiba secara bertahap dalam dua hingga tiga hari berikutnya. Tambahan pasokan tersebut terdiri atas Pertalite dan Pertamax untuk memperkuat ketersediaan BBM serta memperlancar penyaluran ke SPBU di Bali.

10. Pertamina Siagakan 108 Mobil Tangki, 66 SPBU Beroperasi 24 Jam

Untuk mempercepat distribusi, Pertamina Patra Niaga menyiagakan 108 mobil tangki dengan dukungan 465 awak mobil tangki. Fuel Terminal Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis juga beroperasi selama 24 jam guna mengoptimalkan penerimaan dan penyaluran BBM. Selain itu, sebanyak 66 SPBU di wilayah Denpasar dan Badung beroperasi selama 24 jam untuk memperluas akses layanan bagi masyarakat sekaligus membantu mengurai antrean kendaraan.

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut