Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran di Semarang Kondusif, Kapolda Jateng Apresiasi Mahasiswa dan Personel
Advertisement . Scroll to see content

Penyelidikan Kematian Atlet Selam di Porprov Jateng 2026, Kapolrestabes Semarang Ungkap Temuan Awal

Selasa, 27 Oktober 2026 | 05:43 WIB
  • author iNews TV
Penyelidikan Kematian Atlet Selam di Porprov Jateng 2026, Kapolrestabes Semarang Ungkap Temuan Awal
Tim Inafis saat berada di area Pantai Awann Costa Semarang, lokasi penyelenggaraan cabor selam Porprov Jateng XVII. (foto: istimewa)

SEMARANG, iNewsSemarang.id – Polrestabes Semarang masih melakukan penyelidikan kasus meninggalnya atlet selam Jepara, Syabila Rizkia Putri Raharja, saat bertanding di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII di Semarang pada Minggu (25/10/2026). 

Polisi tengah mendalami dugaan kematian akibat tenggelam di perairan Pantai Awann Costa, termasuk kemungkinan adanya kelalaian dalam pengawasan pertandingan.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Erlin Tang Jaya mengungkapkan, berdasarkan informasi awal dari lapangan, Syabila sempat melambaikan tangan saat mengikuti nomor lomba 3.000 meter. 

Isyarat tersebut muncul pada putaran kedua pertandingan dan diduga menunjukkan atlet mengalami kelelahan atau kesulitan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu fokus penyelidikan, terutama terkait respons petugas pengawas dan penyelenggara saat korban diduga memberikan isyarat membutuhkan pertolongan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, ditemukan banyak cairan di dalam paru-paru korban. Penemuan tersebut mengarah pada dugaan kematian akibat tenggelam. Namun, polisi masih menelusuri penyebab pasti kematian Syabila.

Penyidik juga mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam pengawasan selama pertandingan berlangsung. Pemeriksaan difokuskan pada pihak-pihak yang berada di lokasi kejadian, termasuk petugas pengawas atlet dan pelaksana kegiatan. "Jadi ada empat orang yang kita mintai keterangan," sebut Kombes Erlin Tang Jaya.

Hingga saat, empat orang telah dimintai keterangan oleh polisi. Mereka berasal dari unsur tenaga medis, motoris yang bertugas mengawasi atlet, serta pihak penyelenggara pertandingan.

Polisi akan melanjutkan pemeriksaan untuk mengungkap kronologi kejadian dan memastikan apakah penanganan terhadap isyarat yang diduga diberikan korban telah dilakukan sesuai prosedur.

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut