Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Operasi Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polda Jateng Gencarkan Razia Tempat Hiburan Malam di Semarang
Advertisement . Scroll to see content

Warga Tambangan Semarang Protes Penutupan Akses Jalan ke Situs Jatiombo, Begini Dampaknya

Kamis, 05 November 2026 | 13:22 WIB
  • author Ahmad Antoni
Warga Tambangan Semarang Protes Penutupan Akses Jalan ke Situs Jatiombo, Begini Dampaknya
Kondisi akses jalan ke lokasi situs Jatiombo, Kelurahan Tambangan, Mijen, Kota Semarang yang ditutup sepihak oleh pengembang perumahan BSB Village yang kini ditalud menjadi pagar perumahan tersebut, Rabu (4/11/2026). (foto: istimewa)

Senada, Saroso juga menuntut jalan yang ditutup oleh pengembang perumahan BSB Village dibuka seperti sedia kala. "Karena dulunya memang untuk akses masyarakat dua wilayah, antara sodong dengan tambangan, sekarang malah ditutup. Kami menuntut bagaimana caranya agar jalan tersebut kembali dibuka, akses dua wilayah bisa langsung terhubung lagi. Kami mohon dikembalikan dan akses bisa jalan dibuka, karena dulunya juga jalan, lebar jalan sekitar lima sampai enam meter, sepanjang sekitar satu kilometer," katanya. 

Dia mengakui, jalan amarta yang ditutup ini adalah jalur penghubung antara ujung tambangan sampai sodong. "Ada jembatan yang dibuat baru, itu namanya juga jembatan amarta, kenapa kok diputus semenjak ada perumahan BSB Village yang dibangun sejak tahun 2022,"ungkapnya.

Akibatnya, ribuan warga terdampak setelah penutupan jalan. "Sekarang ditutup tidak boleh dilalui warga. Kalau ini memang kebijakan pengembang, mohon untuk dibuka kembali untuk jalan warga seperti dulu. Karena warga harus memutar, lewat polaman dulu, jadi makin jauh, dan tambah lama," paparnya.

"Dulu, jalan ini untuk lalu lalang mobil, truk yang membawa pasir, batu, dan hasil panen warga. Sekarang ditutup, warga dulunya menyeberang butuh lima menit sampai tujuan, sekarang harus memutar sejauh sekitar 7 kilometer, dan butuh waktu 20 menit,"lanjutnya.

Penutupan jalan, dinilai banyak merugikan warga, membuat harga barang menjadi lebih mahal, karena akses lebih jauh. "Kalau dulu, jalan lebih dekat sekarang jadi jauh membuat harga makin mahal, kami minta untuk dikembalikan seperti semula jalannya. Kami akan berupaya menuntut hak kami kepada pemerintah kota semarang maupun pihak pengembang agar jalan bisa dibuka untuk kepentingan umum bagi warga," ujarnya.
 

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut