JAKARTA, iNewsSemarang.id – Syarat dan cara daftar beasiswa LPDP 2026 diulas di artikel ini. Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sangat dinanti para pejuang kuliah.
Ya, beasiswa LPDP bisa menjadi pintu masuk kuliah gratis bagi calon mahasiswa yang ingin kuliah di berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.
Merujuk pada pola jadwal tahun-tahun sebelumnya, termasuk skema pendaftaran LPDP 2025, proses seleksi biasanya berlangsung dalam dua tahap setiap tahun.
Meski jadwal resmi pendaftaran Beasiswa LPDP 2026 belum dirilis, acuan tahun sebelumnya menunjukkan bahwa tahap 1 biasanya dibuka pada Januari–Februari, dan tahap 2 pada akhir Juni. Oleh karena itu, calon pendaftar sebaiknya mulai mempersiapkan dokumen dan persyaratan sejak dini.
Perkiraan Jadwal Pendaftaran Beasiswa LPDP 2026 Pada penyelenggaraan tahun 2025, pendaftaran tahap 1 dibuka pada 17 Januari hingga 17 Februari 2025.
Setelah pendaftaran, peserta mengikuti seleksi administrasi pada 18 Februari–6 Maret, dengan hasil diumumkan pada 7 Maret 2025. Sementara itu, pendaftaran tahap 2 dibuka pada 30 Juni 2025 untuk berbagai program beasiswa, mulai dari Beasiswa Reguler hingga program Afirmasi dan Targeted.
Perkiraan Jadwal Pendaftaran Beasiswa LPDP 2026 Pada penyelenggaraan tahun 2025, pendaftaran tahap 1 dibuka pada 17 Januari hingga 17 Februari 2025. Setelah pendaftaran, peserta mengikuti seleksi administrasi pada 18 Februari–6 Maret, dengan hasil diumumkan pada 7 Maret 2025.
Sementara itu, pendaftaran tahap 2 dibuka pada 30 Juni 2025 untuk berbagai program beasiswa, mulai dari Beasiswa Reguler hingga program Afirmasi dan Targeted.
Dengan merujuk alur tersebut, calon pendaftar diperkirakan dapat mulai mempersiapkan dokumen karena pendaftaran LPDP 2026 kemungkinan besar mengikuti pola jadwal yang sama, yaitu dibuka pada Januari–Februari untuk tahap 1 dan akhir Juni untuk tahap 2. Informasi resmi akan diumumkan LPDP melalui situs dan kanal media sosial mereka.
Persyaratan Umum Beasiswa LPDP
LPDP menetapkan sejumlah syarat umum untuk program Beasiswa Reguler, yang juga diterapkan pada mayoritas jenis beasiswa lainnya. Beberapa ketentuan utama meliputi:
Warga Negara Indonesia (WNI).
Telah menyelesaikan pendidikan:
D4/S1 untuk beasiswa magister,
S2 untuk beasiswa doktor,
atau D4/S1 langsung doktor dengan syarat tambahan.
Pendaftar D4/S1 langsung doktor wajib memiliki LoA Unconditional dari perguruan tinggi tujuan serta memenuhi seluruh persyaratan jenjang S3.
Pendaftar yang telah menyelesaikan S2 tidak diperbolehkan mendaftar beasiswa magister. Pendaftar dapat melampirkan surat keterangan penetapan IPK jika konversi atau penyetaraan ijazah belum terbit.
Mahasiswa on going boleh mendaftar dengan ketentuan memilih program atau kampus yang berbeda dari studi yang sedang dijalani. Persyaratan lainnya bisa dibaca selengkapnya di laman beasiswalpdp.kemenkeu.go.id.
Program Beasiswa yang Dibuka (Tahap 2 Tahun 2025 sebagai Acuan 2026)
Pada tahun 2025, LPDP membuka berbagai program beasiswa pada tahap 2. Ini menjadi acuan kuat untuk program 2026 yang diprediksi tidak jauh berbeda.
1. Program Umum
Beasiswa Reguler
Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia
Beasiswa Parsial
2. Program Afirmasi Beasiswa
Penyandang Disabilitas Beasiswa Putra-Putri Papua
Beasiswa Daerah Afirmasi Beasiswa Prasejahtera
3. Program Targeted
Beasiswa PNS, TNI, POLRI
Beasiswa Kewirausahaan
Beasiswa Pendidikan Kader Ulama
Beasiswa Dokter Spesialis dan Subspesialis
Beasiswa Doktor Talenta Riset dan Inovasi Nasional
4. Program Prioritas/Bundling
Pendaftar dapat mendaftar dua program sekaligus, misalnya:
LPDP–UNSW Program Doktor
LPDP–NTU Program Doktor
LPDP–University of Dundee PhD Life Science LPDP–NUS Business School Program Master
5. Program Double Degree/Joint Degree
Komponen Dana yang Diberikan Beasiswa LPDP
LPDP dikenal sebagai skema beasiswa dengan dukungan pendanaan paling lengkap.
Penerima akan mendapatkan:
1. Dana Pendidikan
Dana pendaftaran
Tuition fee/SPP/UKT
Tunjangan buku
Dana penelitian tesis/disertasi
Seminar internasional
Publikasi jurnal internasional
2. Dana Pendukung
Transportasi
Aplikasi visa
Asuransi kesehatan
Dana kedatangan
Biaya hidup bulanan
Tunjangan keluarga (khusus doktor)
Dana lomba internasional
Dana keadaan darurat
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
