Belajar dari Air, Kota Semarang Bertransformasi Hadapi Banjir

Arni Sulistiyowati
Pemkot Semarang tidak lagi sekadar melawan air dengan menambah ratusan pompa, tetapi mulai mengelola perilaku air itu sendiri berdasarkan prinsip-prinsip fisika yang cerdas. (Foto: Dok Pemkot Semarang)

Kesimpulan: Pelajaran dari Semarang untuk Semua

Langkah Pemkot Semarang ini adalah contoh nyata bahwa mengatasi masalah kompleks seperti banjir perkotaan memerlukan pendekatan ilmiah yang diterjemahkan dengan cerdas. Mereka berhasil mengubah paradigma: dari melawan air menjadi mengelola air.

Namun, sebagaimana diingatkan Agustina, semua rekayasa teknik ini bisa buyar oleh satu kelalaian sosial: membuang sampah sembarangan. Satu plastik bisa menyumbat, merusak semua perhitungan fisika yang cermat.

Oleh karena itu, transformasi Semarang adalah proyek bersama. Pemerintah membangun infrastruktur berdasarkan hukum alam, sementara kewajiban masyarakat adalah menjaga infrastruktur itu dengan hukum kesadaran. Ketika sains dan kolaborasi bersatu, ancaman banjir pun bisa dijinakkan. Kota-kota pesisir lain di Indonesia yang bergelut dengan masalah serupa, ada baiknya menengok dan belajar dari "revolusi fisika" yang dimulai di Semarang ini.

Editor : Arni Sulistiyowati

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network