Tim Basket Satya Wacana Salatiga Perkenalkan Wajah Baru dan Semangat Baru Menuju IBL 2026

Lurisa Lulu
Tim Basket Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Satya Wacana Salatiga (SWS) membuka lembaran musim baru melalui Media Day dan Perkenalan Resmi Tim Satya Wacana Salatiga Musim 2026. Foto: Istimewa

SALATIGA, iNewsSemarang.id - Menjelang bergulirnya Indonesia Basketball League (IBL) Season 2026, Tim Basket Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Satya Wacana Salatiga (SWS) membuka lembaran musim baru melalui Media Day dan perkenalan resmi tim Satya Wacana Salatiga Musim 2026, di Ruang F114. 

Kegiatan yang digelar Rabu (7/1) ini menjadi momentum untuk menegaskan kesiapan tim, baik secara teknis maupun mental untuk menghadapi kompetisi yang kian kompetitif. Dalam kesempatan ini, SWS juga memperkenalkan komposisi tim, jersey musim 2026, serta arah perjuangan yang akan ditempuh sepanjang musim.

President Club SWS, yang juga merupakan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian (WR KK) UKSW Profesor Yafet Yosafet Wilben Rissy mengatakan bahwa IBL musim 2026 akan menjadi panggung persaingan yang jauh lebih ketat. Kebijakan menghadirkan tiga hingga empat pemain asing di setiap klub, menurutnya, menuntut kesiapan yang lebih matang.

“Tahun ini kami menargetkan playoff. Saya meminta tim bermain profesional dan menjunjung sportivitas demi mempersembahkan yang terbaik bagi UKSW, Salatiga, dan pecinta basket Indonesia,” ujar Profesor Yafet, Kamis (8/1/2025).

Ketua Perbasi Kota Salatiga periode 2025–2029 itu menilai SWS memiliki daya saing yang solid dengan hadirnya tiga pemain asing, Serhii Pavlov, Kevin Kangu, dan Modou Kane, serta tiga wajah baru pemain lokal, Teemo, Mochammad Nabizar, dan Samuel Sualang. 

Kombinasi tersebut diharapkan mampu memperkaya variasi permainan, sekaligus memperkokoh pertahanan tim. Namun, Profesor Yafet menegaskan bahwa tujuan utama SWS tidak berhenti pada hasil akhir semata. 

“Menang atau kalah bukan soal utama. Yang menentukan adalah bagaimana kita menang dan bagaimana kita kalah. Menang dengan jujur, kalah dengan terhormat. Itulah integritas,” ujarnya.

Senada dengan itu, General Manager SWS, Triesanto Romulo Simanjuntak menyoroti dinamika kompetisi musim ini yang diikuti oleh 11 tim. Berkurangnya jumlah peserta justru membuat setiap laga semakin bernilai dan menuntut konsistensi maksimal. “Setiap pertandingan akan berat dan sangat selektif. Karena itu, dukungan mitra dan media menjadi elemen penting untuk menjaga napas perjuangan tim,” ujarnya. 

Triesanto Romulo Simanjuntak optimistis SWS mampu meningkatkan capaian dibandingkan musim sebelumnya, terlebih dengan kehadiran Coach SWS Jerry Lolowang, sosok pelatih yang memahami denyut dan sejarah panjang SWS di IBL.

Editor : Ahmad Antoni

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network