Banjir-Longsor Landa Pantura Timur Jateng: Luthfi Cek Lokasi Terdampak, Gus Yasin Tinjau Pengungsi

Ahmad Antoni
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi cek langsung wilayah terdampak banjir-longsor di Jepara. Foto: Istimewa

Kondisi Pengungsi Banjir Kudus
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen meninjau langsung para warga terdampak banjir yang tinggal di pengungsian di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Selasa (13/1).

Dalam kunjungan tersebut, Taj Yasin menyalami para pengungsi, serta berbincang langsung untuk mendengar keluhan-keluhan mereka. Ia juga menghibur anak-anak dan memberikan peci miliknya. 

Bersama Bupati Kudus dan Wakil Bupati Kudus, sosok yang akrab disapa dengan Gus Yasin ini juga meninjau dapur umum yang berada di gedung lantai  MI Hidayatus Shibyan. Posko pengungsian ini ditempati sebanyak 105 jiwa. Posko tersebut sudah dilengkapi dengan layanan kesehatan serta fasilitas MCK. 

Selain memastikan kebutuhan konsumsi tercukupi, Gus Yasin juga menyerahkan sejumlah bantuan logistik dan keuangan secara simbolis kepada Bupati Kudus Sam'ani Intakoris, Pemerintah Desa Temulus, dan warga terdampak banjir. 

Ia menyalurkan bantuan dari Pemprov Jateng senilai Rp188 juta berupa makanan siap saji, lauk pauk siap saji, tenda keluarga, tenda gulung, kasur, dan selimut. Bantuan tersebut berasal dari Pemprov Jateng, PMI Jateng, dan Baznas Jateng.

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin mengatakan, untuk mengatasi banjir di daerah Kudus, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, untuk meminta spot-spot yang perlu dibantu dengan pompa.  

Namun, penyedotan air dengan pompa hingga kini masih terkendala dengan masih melimpahnya air di sungai-sungai terdekat. 

“Kami juga berkoordinasi dengan BBWS Pamali Juana untuk menyiapkan langkah jangka pendek maupun menengah dalam penanganan banjir di Kabupaten Kudus,” jelasnya.

Taj Yasin juga menyinggung rekayasa cuaca dalam penanganan bencana banjir dan longsor di wilayah Kudus, Pati dan Jepara. Mengingat, intensitas debit hujan tinggi di wilayah tersebut, selama empat hari berturut-turut. 

Sebagai informasi, hujan dengan  intensitas tinggi terjadi di wilayah Kudus terjadi sejak 9 Januari 2026. Banjir terjadi akibat luapan Sungai Dawe, Sungai Piji, dan Sungai Mrisen. Selain itu diperparah dengan adanya tanggul jebol. 
 
Pemerintah setempat telah melakukan penambalan tanggul jebol di Desa Golantepus, Dinas terkait  bersama warga dan relawan juga melakukan penutupan darurat tanggul yang jebol menggunakan sandbag (karung pasir) dan cerucuk bambu untuk menahan laju air.

Selain itu, dilakukan pembersihan sumbatan sampah dan eceng gondok di bawah jembatan-jembatan desa (terutama di Sungai Piji, Desa Kesambi) yang menjadi penyebab air meluap ke jalan.  
 

Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network