Keluarga Menolak Autopsi, Hanya Visum Luar
Jasad Syafiq telah dievakuasi dari kawasan puncak pada ketinggian 3.150 meter dari permukaan laut (MDPL). Jenazah Syafiq langsung dibawa ke RSUD Purbalingga, Kamis (15/1/2026).
Ayahanda Syafiq terus mendampingi putra tercintanya sejak proses penurunan jenazah dari jalur pendakian hingga tiba di kamar mayat. Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas menerima kepergian Syafiq sebagai musibah.
Karena pihak keluarga sudah menerima kejadian ini, polisi hanya melakukan visum luar dan tidak melakukan autopsi mendalam.
"Keluarga sudah ikhlas, sehingga hanya dilakukan visum luar. Setelah proses pemulasaraan dan dimandikan di rumah sakit, jenazah langsung kami berangkatkan ke rumah duka di Magelang," kata Wakapolres Purbalingga, Kompol Agus Amjat.
Tragedi ini bermula saat Syafiq melakukan pendakian "tektok" (mendaki-turun dalam sehari) bersama rekannya, Himawan, melalui Basecamp Dipajaya, Pemalang, pada Sabtu (27/12/2025).
Pada 29 Desember 2025, Himawan ditemukan selamat di sekitar Pos 9, namun Syafiq dinyatakan hilang kontak.
Tim SAR gabungan kemudian melakukan operasi selama 18 hari di tengah medan ekstrem.
Hasilnya, 14 Januari 2026, Jenazah Syafiq akhirnya ditemukan di jurang kedua lereng Pos 7, dekat jalur pendakian Gunung Malang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
