Jangan Panik! Ini Cara Menangani Henti Jantung Mendadak

Niko Prayoga
Langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan masyarakat awam saat menghadapi kondisi henti jantung adalah CPR atau resusitasi jantung paru (Foto ilustrasi: AI)

JAKARTA, iNewsSemarang.id – Meninggalnya selebgram Lula Lahfah akibat henti jantung menjadi perhatian publik. Kematian Lula membuka mata banyak orang akan bahaya kondisi medis yang bisa terjadi kapan saja. 

Henti jantung mendadak seringkali datang tanpa tanda, sehingga pengetahuan pertolongan pertama seperti CPR menjadi faktor penentu hidup dan mati.

Kematian akibat henti jantung mendadak dapat berujung fatal apabila korban terlambat mendapatkan pertolongan. 

Dalam banyak kasus, korban tiba-tiba tidak sadarkan diri dan kehilangan denyut nadi, sementara waktu emas penyelamatan hanya berkisar beberapa menit.

Dilansir Cleveland Clinic, Sabtu (24/1/2026), langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan masyarakat awam saat menghadapi kondisi henti jantung adalah CPR atau resusitasi jantung paru. Tindakan ini bertujuan menjaga aliran darah ke otak dan organ vital hingga bantuan medis tiba.

American Heart Association menjelaskan, CPR atau dalam bahasa Indonesia disebut RJP merupakan prosedur darurat yang dilakukan ketika jantung berhenti berdetak. Tindakan ini terbukti mampu meningkatkan peluang bertahan hidup korban henti jantung hingga dua sampai tiga kali lipat.

Editor : Ahmad Antoni

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network