CPR bekerja dengan cara mempertahankan sirkulasi darah secara manual melalui kompresi dada. Dengan aliran darah yang tetap berjalan, risiko kerusakan otak permanen dapat ditekan selama menunggu penanganan lanjutan dari tenaga medis.
Untuk masyarakat umum, CPR bisa dilakukan tanpa napas buatan. Teknik ini cukup dengan memberikan tekanan kuat dan cepat di bagian tengah dada korban. Meski terlihat sederhana, ada sejumlah hal penting yang wajib diperhatikan agar CPR efektif.
Lima hal utama yang harus diperhatikan saat melakukan CPR antara lain meminimalkan jeda kompresi dada, memberikan tekanan dengan laju dan kedalaman yang tepat, tidak bersandar pada tubuh korban di antara kompresi, memastikan posisi tangan berada di tengah dada, serta menghindari ventilasi atau napas buatan berlebihan.
Apabila CPR telah dilakukan namun korban belum menunjukkan respons, masyarakat disarankan segera menghubungi layanan darurat pemerintah atau pihak yang memiliki fasilitas pertolongan medis. Semakin cepat bantuan profesional datang, semakin besar peluang korban untuk selamat.
Kasus henti jantung mendadak yang menimpa figur publik seperti Lula Lahfah menjadi pengingat penting bahwa edukasi kesehatan darurat bukan hanya tanggung jawab tenaga medis.
Pengetahuan dasar CPR di masyarakat dapat menjadi garis pertahanan pertama dalam menyelamatkan nyawa.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
