Makanan dan minuman disimpan sesuai jenisnya, yakni makanan mudah basi selama 1x24 jam dan makanan lainnya hingga 7x24 jam. Barang biasa disimpan maksimal 1 bulan, sedangkan barang berharga hingga 3 bulan.
Apabila barang tidak diambil hingga batas waktu penyimpanan, KAI akan melakukan penghapusan sesuai prosedur yang berlaku. Untuk barang temuan berupa makanan dan minuman yang telah melewati masa simpan, penghapusan dilakukan melalui pemusnahan. Barang temuan kategori barang biasa dapat diserahkan kepada lembaga sosial atau dimusnahkan.
Sementara itu, untuk barang berharga, penghapusan dilakukan dengan cara diserahkan kepada pihak kepolisian, dan apabila tidak memungkinkan, barang tersebut akan disimpan hingga jangka waktu maksimal tiga tahun.
“KAI Daop 4 Semarang memastikan setiap barang tertinggal ditangani secara profesional dan bertanggung jawab. Petugas kami di lapangan telah dibekali prosedur yang jelas untuk pengamanan, pendataan, hingga pengembalian barang kepada pelanggan,” jelas Luqman.
Pelaporan Barang Tertinggal
Bagi para pelanggan yang merasa barangnya tertinggal saat menggunakan transportasi kereta api dapat membuat laporan pada petugas Customer Service on Station, petugas keamanan, atau bagian Lost and Found. Pelanggan juga bisa menghubungi Contact Center KAI 121 melalui telepon 121 WA 0811-2223-3121 atau Direct Massage ke Media Sosial Resmi KAI 121.
"Sampaikan ciri-ciri barang yang tertinggal atau hilang dan kode booking tiket. Jangan memberikan informasi kode booking atau detail barang kepada pihak yang tidak berkepentingan. Setelah itu ikuti arahan petugas selanjutnya, jika memang barang dapat ditemukan petugas kami, barang tersebut pasti kembali," kata Luqman.
Luqman mengimbau kepada pelanggan bahwa barang bawaan menjadi tanggung jawab masing-masing pelanggan. KAI hanya menyediakan fasilitas untuk penanganan barang tertinggal.
"Kami berharap para pelanggan dapat menjaga barang bawaan dengan baik. Siapkan waktu yang cukup untuk datang ke stasiun agar tidak terburu-buru serta cek kembali barang bawaan ketika hendak turun maupun naik kereta api," ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
