Kirab Dugderan Sambut Ramadhan 2026 di Semarang, Tradisi Budaya Sarat Makna Spiritual dan Sosial

Ahmad Antoni
Sekda Jateng Sumarno menabuh bedug di MAJT menandai hadirnya Ramadhan di Kota Semarang. (Foto: Istimewa).

Ia juga menyampaikan harapan agar Ramadan membawa keberkahan bagi Jawa Tengah. “Kami berharap Jawa Tengah terhindar dari bencana dan kesejahteraan masyarakat semakin baik,” tambahnya.

Sementara itu, Agustina Wilujeng Pramestuti menyebut Dugderan tahun ini terasa lebih semarak. Ia menekankan filosofi unik yang selalu menjadi daya tarik tradisi tersebut.

“Yang unik hari ini, semua warak wajib ngendok. Kalau warak tidak ngendok nanti bisa congkrah, bisa bertengkar, tidak ada rezeki yang dibagi,” ungkapnya.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi kunci keberlanjutan tradisi. “Saya senang tadi anak-anak kecil mulai ikut menari. Ini menjadi transfer pengetahuan dan tradisi. Mereka adalah generasi penerus kita,” katanya.

Menariknya, Dugderan tahun ini bertepatan dengan perayaan Imlek serta masa puasa Paskah bagi umat Kristen. Momentum ini dinilai semakin memperkuat harmoni keberagaman di Semarang.

“Harmoni ini akan terjalin lebih erat. Kalau Semarang damai, wisatawan akan lebih banyak berkunjung dan investasi pun meningkat,” ujarnya.
 

Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network